Jabaran.id — Puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sawangan menggelar lomba memasak makanan tradisional antar-Posyandu se-kecamatan.
Ajang ini menjadi wadah kreasi bagi para peserta untuk menyajikan kuliner khas yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus menghidupkan kembali resep-resep tradisional Nusantara di tengah kehidupan masyarakat modern.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany menjelaskan agenda ini merupakan tindak lanjut atas instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Barat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.
“Ini bagian dari semangat kemerdekaan, semangat 17 Agustus. Salah satunya dengan merawat tradisi leluhur melalui masakan-masakan tradisional,” ujar Hj. Yuni pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurut Hj. Yuni yang juga Wakil Ketua DPRD Depok ini, masakan tradisional memiliki keterikatan yang sangat erat dengan sejarah dan kebudayaan bangsa.
“Seperti Mustika Rasa, cita rasa masakan tradisional. Kita kembali lagi kepada sejarah, termasuk Ibu Megawati, Ibu Fatmawati. Jadi, warisan cita rasa seperti ini perlu terus kita rawat dan kenalkan,” kata Hj. Yuni.
Dewan dari daerah pemilihan Sawangan, Bojongsari dan Cipayung ini menilai, agenda tersebut membawa misi yang lebih luas dari sekadar kompetisi kuliner.
“Jadi bukan hanya lomba memasak. Ada warisan cita rasa yang ingin kita jaga dan terus dikenalkan. Ini bagian dari menghargai sejarah sekaligus menjaga tradisi agar tidak hilang,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PAC PDI Perjuangan Sawangan, Hasanuddin Betay, menjelaska, pelibatan kader Posyandu merupakan langkah nyata dalam membangun sinergi dan kolaborasi di tingkat akar rumput.
“Maknanya, kami sebagai partai ingin selalu berkolaborasi dengan masyarakat dan bersinergi dengan para stakeholder yang ada di Kecamatan Sawangan,” jelas Betay.
Pilihan merangkul Posyandu dinilai sangat strategis karena lembaga tersebut berada di garda terdepan pelayanan warga dari berbagai kelompok usia.
“Kami sebagai partai dan Posyandu sama-sama berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Partai berjuang untuk kesejahteraan masyarakat, sementara Posyandu juga hadir melayani masyarakat, baik balita maupun lansia,” ungkapnya.
Betay menambahkan, kegiatan ini juga berjalan selaras dengan tiga agenda utama partai di tingkat lokal, yaitu membumikan suara partai, penempatan kader, serta pemetaan wilayah.
“Harapan saya, PDI Perjuangan khususnya di Sawangan dapat dikenal sebagai partai yang peduli dengan tradisi-tradisi kedaerahan,” harap Betay.
Betay pun menegaskan komitmen seluruh kader untuk terus berada di tengah masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan kolaborasi nyata.
“Kalau kita ingin partai benar-benar membumi, kader harus turun dan hadir bersama masyarakat. Kami tidak ingin hanya dikenal karena kegiatan politik, tetapi juga karena kerja nyata dan kepedulian terhadap masyarakat. Itu yang akan terus kami bangun ke depan,” pungkas Betay.
