Jabaran.id — Universitas Indonesia atau UI memperkuat jejaring internasionalnya dengan memperluas peluang kerja sama akademik dan riset bersama National Taipei University (NTPU), Taiwan. Kemitraan strategis ini memfokuskan pada penguatan mobilitas mahasiswa, program gelar ganda (dual degree), hingga pengintegrasian kecerdasan buatan (AI) dalam ilmu sosial dan kebijakan.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam kunjungan delegasi NTPU yang diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni UI, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., di Gedung Pusat Administrasi UI, Depok, Kamis, 28 Agustus 2026.
Kerja sama ini menjadi kelanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Agreement of Implementation (AoI) pertukaran sivitas akademika periode 2024–2029.
“Ini merupakan awal yang sederhana, tetapi nyata. Kami memiliki alasan untuk terus mengembangkan kerja sama ini ke depan, termasuk melalui pertukaran mahasiswa dan staf, program kunjungan, magang, serta penelitian dan konferensi bersama,” ujar Prof. Hamdi.
Ia menambahkan, keunggulan akademik NTPU pada bidang ilmu sosial, humaniora, dan kebijakan publik sangat relevan dengan disiplin ilmu di UI, sehingga kolaborasi antarfakultas menjadi pintu masuk yang sangat potensial.
Presiden NTPU, Prof. Daw-Tung Lin, menyambut hangat perluasan kemitraan ini. Pihaknya mengapresiasi reputasi UI sebagai perguruan tinggi terkemuka dan menegaskan kesamaan nilai kedua institusi dalam pengembangan inovasi serta pembangunan berkelanjutan.
“Kami memiliki kekuatan akademik di bidang bisnis, ekonomi, hukum, hingga kebijakan publik. Dalam beberapa tahun terakhir, NTPU juga mengembangkan pendekatan interdisipliner dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) ke dalam berbagai bidang keilmuan,” kata Prof. Daw-Tung Lin.
Pada sektor riset, Direktur Pendanaan Riset dan Ekosistem UI, Prof. Debora Elina Purba, mendorong skema kolaborasi penelitian diawali dari proyek skala kecil untuk memetakan keahlian para peneliti di kedua kampus.
“Kita dapat memulainya dengan satu, dua, atau tiga kolaborasi penelitian, kemudian melihat perkembangannya. Jika dimulai dari langkah kecil, hasilnya dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak,” ungkap Prof. Debora.
Peluang spesifik juga disuarakan oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI dan Department of History NTPU. Dekan FIB UI, Dr. Untung Yuwono, S.S., menawarkan program bahasa dan budaya Indonesia serta kegiatan akademik jangka pendek.
Gayung bersambut, Head of the Center for Haishan Research NTPU, Prof. Chien-jung Hung, menyatakan ketertarikannya meneliti sejarah hubungan Taiwan–Indonesia dan studi masyarakat migran.
Sebagai langkah konkret, kedua universitas dijadwalkan menggelar pertemuan daring lanjutan untuk memetakan bidang keahlian dosen dan mahasiswa secara lebih rinci.
