Jabaran.id — Bupati Bogor, Rudy Susmanto memantau langsung proses pemadaman api dalam kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Selasa, 8 September 2026.
Tim gabungan terdiri dari Damkar, BPBD, dibantu personel TNI, Polri serta OPD terkait terus gencar melakukan pemadaman hingga pendinginan api kebakaran di TPA Galuga.
Namun, kepulan asap masih terlihat membumbung dari sejumlah titik sehingga petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan.
Kobaran api besar dilaporkan mulai berhasil dikendalikan, tetapi panas yang tersimpan di bawah tumpukan material serta sejumlah titik api masih menjadi pekerjaan petugas di lapangan.
Penanganan dilakukan selama 24 jam untuk memastikan api tidak kembali membesar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa menyebutkan, sejak awal kebakaran, pihaknya mengerahkan belasan unit kendaraan pemadam dengan puluhan personel untuk mengendalikan api.
“Dan ada 14 unit yang kita turunkan, dengan personel hampir 80 orang,” terang Yudi Santosa.
Damkar Kabupaten Bogor juga mendapat bantuan armada dari Kota Bogor dan Kota Depok. Hingga Selasa, sejumlah unit masih disiagakan untuk mempercepat pemadaman dan pendinginan.
“Sampai siang ini kita turunkan 10 unit, tapi diperbantukan dari Kota Bogor 2 unit, dari Depok 2 unit,” jelasnya.
Selain itu lanjut Yudi Santosa, kondisi kebakaran berangsur membaik. Beberapa titik yang sebelumnya dilalap api telah berhasil dipadamkan.
Namun, proses penanganan belum sepenuhnya selesai karena panas masih tersimpan di sejumlah area. Petugas pun terus melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.
“Alhamdulillah, sementara ini beberapa titik sudah padam, tapi panasnya masih ada. Jadi kita masih pendinginan, terutama yang di wilayah Selatan,” ujarnya.
Meski wilayah selatan mulai terkendali, petugas masih menemukan titik api aktif di sisi utara kawasan TPA.
“Kalau wilayah Utara memang masih terlihat nyala, titik api masih ada,” katanya.
Karena itu, kekuatan petugas kini difokuskan ke area utara, sementara sejumlah armada tetap disiagakan di wilayah selatan untuk memastikan proses pendinginan berjalan optimal.
Upaya pemadaman juga mendapat dukungan kendaraan pasokan air dari BPBD dan Perumda Air Minum. Helikopter Bantu Pemadaman dari Udara.
Selain mengandalkan armada di darat, operasi pemadaman juga dilakukan dari udara menggunakan helikopter bantuan Lanud Atang Sendjaja dengan metode bambi bucket.
Metode tersebut dinilai efektif untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam.
“Untuk bantuan pemadaman dari Danlanud Atang Sendjaja berupa bambi bucket. Kita lakukan tadi mulai jam 07.00 sampai sekitar jam 08.00 lewat. Itu enam kali putaran plus dua kali putaran dilakukan, dan alhamdulillah itu sangat efektif untuk pemadaman di lokasi tersebut,” jelas Yudi.
Diduga Berawal dari Kebakaran Kebun Warga
Terkait asal mula kebakaran, Yudi mengatakan api pertama kali diduga muncul bukan dari area timbunan sampah.
Kebakaran disebut bermula dari kawasan kebun milik warga yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi TPA Galuga. Kondisi angin kencang diduga membuat api dengan cepat merambat hingga mencapai kawasan tempat pembuangan sampah.
“Sebetulnya kebakaran pertama tidak di sini, tapi di kebun milik masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan lokasi awal kebakaran sulit dijangkau kendaraan pemadam. Dugaan sementara, api bisa berasal dari aktivitas pembakaran yang ditinggalkan, namun penyebab pastinya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kemungkinan ada bekas pembakaran sampah atau apa ditinggal. Kemungkinan ya. Nah, itu angin besar kemudian bergeser ke wilayah TPA,” jelasnya.
Pendinginan Dilakukan 24 Jam
Petugas memastikan penanganan belum akan dihentikan hingga seluruh titik api dan titik panas benar-benar dinyatakan aman.
Proses pendinginan dilakukan selama 24 jam dengan sistem pergantian personel agar stamina petugas tetap terjaga. Sementara armada pemadam tetap berada di sekitar lokasi.
“Ini kita terus 24 jam, kita terus pendinginan. Diharapkan sebetulnya besok pagi harapan sudah selesai,” kata Yudi.
Untuk penanganan lanjutan, sekitar 40 personel disiagakan secara bergantian.
