Jabaran.id — SDN Mekarjaya 5 sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema kepedulian dan saling menguatkan. Momentum spiritual ini tidak sekadar dikemas sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan difokuskan sebagai ruang edukasi nyata untuk membentuk generasi muda yang membumikan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian acara yang berlangsung penuh khidmat ini diisi dengan tausiah interaktif dari pendongeng nasional, Kak Siti Sabili Jahro, serta dihadiri langsung oleh Pengawas SD Kecamatan Sukmajaya, Yustina, dan Pengawas Kementerian Agama Kota Depok, Yanti.

Selain penyampaian pesan-pesan moral melalui seni pendongengan, peringatan hari besar Islam ini turut dimeriahkan oleh unjuk bakat dan kreasi seni dari siswa-siswi kelas I hingga kelas VI. Kemampuan para murid dalam menampilkan kesenian bernuansa Islami menjadi sarana apresiasi bakat sekaligus media untuk mempererat kebersamaan antarpeserta didik di lingkungan SDN Mekarjaya 5.
Kepala SDN Mekarjaya 5, Sutirah, menegaskan pentingnya kontinuitas pembelajaran moral agar tidak berhenti pada tataran acara rutinitas belaka. Pihak sekolah berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai pijakan utama dalam membentuk mentalitas dan kepribadian siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai keteladanan.
“Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya seremonial dan bukan hanya program sekolah yang berulang, tetapi tujuannya adalah pembentukan akhlakul karimah siswa agar bisa meneladani Nabi Muhammad SAW. Lalu, para siswa dapat menerapkan sifat-sifat nabi dalam kehidupan sehari-hari, yang salah satu fokus utamanya adalah menanamkan sikap jujur dan amanah sejak dini,” kata Sutirah.

Ketua Panitia, Malia, menyampaikan bahwa esensi utama dari penentuan tema peringatan kali ini adalah dorongan untuk membangun rasa empati dan solidaritas antarsesama secara konkrit dari lingkungan terdekat.
“Melalui momen ini, kita belajar banyak dari peristiwa bencana yang terjadi untuk belajar peduli dan saling menguatkan. Jadi, para siswa diajak untuk mulai saling peduli dengan teman yang dimulai dari lingkungan terdekat mereka sendiri,” ujar Malia.

Malia juga menjelaskan detail program aksi nyata yang diluncurkan pihak sekolah dalam mendukung kemanusiaan dan aksesibilitas penyandang disabilitas. Pihak panitia memfasilitasi penggalangan donasi yang dihimpun langsung dari warga sekolah untuk dialokasikan pada program pemenuhan alat bantu fisik.
Dalam pelaksanaannya, SDN Mekarjaya 5 menjalin kerja sama resmi dengan Lembaga One Food One School (OFOS) Charity untuk menyalurkan seluruh dana donasi yang terkumpul guna pembuatan kaki palsu bagi masyarakat yang membutuhkan. Malia menyebutkan bahwa bantuan fisik seperti kaki palsu memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar dalam mengembalikan kemandirian mobilitas, rasa percaya diri, serta harapan hidup para penerima manfaat. Melalui keterlibatan langsung dalam gerakan sosial ini, para siswa tidak hanya memahami teori kebaikan, tetapi juga merasakan secara langsung pengalaman membahagiakan dari memberi dan membantu sesama. (*)


