Jabaran.id – SDN Mekarjaya 7 mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan setiap memasuki bulan Rabiul Awal. Acara yang digagas oleh pihak sekolah dengan dukungan penuh dari kepala sekolah, jajaran guru, serta Komite Sekolah dan Koordinator Kelas (Korlas) ini turut dihadiri oleh pejabat lingkungan setempat, yakni Ketua RT 07 Lian Haryadi Pulungan dan Ketua RW 015 Kelurahan Mekarjaya Catria Helmi.
Kehadiran seluruh siswa-siswi, staf sekolah, hingga orang tua murid mempertegas kuatnya sinergi dalam mendukung kegiatan keagamaan yang dirancang seru sekaligus edukatif.

Kepala SDN Mekarjaya 7, Ratna Wijayanti mengatakan, rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat Nabi, penampilan seni siswa seperti puisi Islami, hafalan surah pendek, marawis, hingga dongeng Islami interaktif yang dibawakan oleh Kak Ochin.
Kepala SDN Mekarjaya 7, Ratna Wijayanti, menjelaskan bahwa kegiatan peringatan hari besar Islam ini memiliki tempat tersendiri dalam kalender akademik sekolah karena berdampak langsung pada pembentukan mental dan karakter anak.
“Pemahaman mengenai nilai-nilai kenabian tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas melalui lembar kerja siswa, melainkan harus dihidupkan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa penanaman pendidikan karakter berbasis keagamaan sejak usia sekolah dasar merupakan fondasi utama untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman, sekaligus mengasah empati, kedisiplinan, dan rasa hormat anak terhadap orang tua maupun guru.

“Kami secara konsisten menggelar acara ini setiap tahunnya untuk meneladani akhlak dan sifat Rasulullah SAW sejak dini, mempererat tali silaturahmi seluruh warga sekolah, serta membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan beriman,” ujar Kepala SDN Mekarjaya 7, Ratna Wijayanti.
Untuk menjaga antusiasme peserta yang terus meningkat dari waktu ke waktu, pihak sekolah selalu menghadirkan keunikan tersendiri dalam setiap penyelenggaraannya agar momentum ini senantiasa dirindukan oleh anak-anak. Pengemasan materi yang adaptif dengan psikologi anak menjadi kunci utama agar pesan kebaikan dapat terserap secara optimal tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
“Tema yang diusung selalu berganti tiap tahunnya, selain itu variasi pengisi acara seperti penceramah tamu, konsep panggung, serta jenis lomba siswa yang ditambahkan biasanya berbeda dari tahun-tahun lalu,” tutur Kepala SDN Mekarjaya 7, Ratna Wijayanti. (*)

