Jabaran.id – SMPN 22 Depok menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Huda, Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Rangkaian acara yang dihiasi dengan lantunan shalawat serta ketukan ritmis hadroh dari ekstrakurikuler kerohanian Islam (Rohis) siswa ini diselenggarkan untuk memperkuat pondasi spiritual dan moral seluruh warga sekolah di tengah era modernisasi.
Kepala SMPN 22 Depok, Titik Sunarsih, menjelaskan bahwa momentum peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW ini diangkat dengan tema ‘Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Mewujudkan Generasi Beriman, Berilmu, dan Berkarakter Mulia’. Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremoni tahunan.

“Melalui peringatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya menyerap keilmuan secara akademis di kelas, tetapi juga mampu mencontoh nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan kesantunan akhlak Rasulullah. Penguatan karakter berbasis spiritual ini menjadi fondasi penting bagi pembentukan generasi muda yang tangguh, berilmu pengetahuan tinggi, serta berintegritas,” ujar Titik Sunarsih.
Dukungan terhadap pembentukan karakter peserta didik ini turut ditegaskan oleh Ketua Komite SMPN 22 Depok, Ratu Nia. Pihaknya memandang bahwa hakikat dari peringatan Maulid Nabi ini penting sekali di rayakan, agar menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhamad SAW. Sehingga siswa mengingat kembali perjuangan dan pengorbanan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. Mengetahui akan sifat-sifar utama Nabi Muhammad SAW dan mengajarkan siswa untuk selalu bersalawat dan silahturahmi untuk memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan sesama teman.

“Kolaborasi antara orang tua dan sekolah sangat penting. Tidak hanya dalam membuat kegiatan atau program. Tetapi kesadaran orang tua dalam mendidik anak saat di rumah. Jadi ada bentuk saling dukung antara sekolah dan orang tua untuk pendidikan anak,” katanya.
Suasana keagamaan semakin mendalam saat Ustad Saefudin menyampaikan ceramah mengenai makna sahabat dan keadilan hakiki yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ia memaparkan bahwa sahabat adalah mereka yang hidup berjuang bersama Rasulullah, salah satunya Sawad bin Ghaziyyah yang memberikan pelajaran berharga mengenai konsep keadilan tanpa pandang bulu.
“Dalam sebuah peristiwa, perut Sawad bin Ghaziyyah secara tidak sengaja tersenggol oleh Rasulullah SAW saat merapikan barisan pasukan. Ketika Rasulullah menawarkan hak membalas (qisas), Sawad meminta izin untuk menyentuh langsung kulit beliau. Namun saat baju Rasulullah dibuka, Sawad bukannya membalas memukul, melainkan langsung memeluk perut Rasulullah SAW karena rasa cinta yang amat mendalam,” tutur Ustad Saefudin.

Selain Ustad Saefudin, ceramah keagamaan juga diisi oleh Ustad Ahmad Singgih yang memberikan tausiyah penyejuk hati mengenai pentingnya menuntut ilmu.
Puncak kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW SMPN 22 Depok diakhiri dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang kompetisi keagamaan yang telah digelar sebelumnya. Apresiasi berupa piala dan penghargaan diserahkan kepada para juara putra dan putri dari lima cabang perlombaan, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), Lomba Pidato/Ceramah, serta Lomba Kaligrafi. (*)

