Jabaran.id – Memanfaatkan momentum Hari Belajar Guru, SMPN 26 Depok menggelar pelatihan komprehensif yang berfokus pada peningkatan kompetensi pengajar dalam mengoptimalkan penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) Merah Putih serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di ruang kelas.
Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menyampaikan bahwa penerapan teknologi digital sebenarnya bukan hal baru bagi sebagian pendidik di sekolahnya. Kendati demikian, penggalian potensi teknologi pendidikan tersebut harus terus dilatih agar pemanfaatannya berdaya guna secara luas.

“Beberapa guru sudah menerapkan pembelajaran berbasis PID dan hari ini akan ditambah lagi pengetahuannya, karena masih banyak potensi yang bisa digali dari perangkat digital tersebut untuk mendukung efektivitas belajar mengajar,” kata Ahmad Sujai.
Sebagai penguat materi pelatihan, Pemateri Hari Belajar Guru, Asep Panji Lesmana, memaparkan secara sistematis tata cara pengoperasian PID Merah Putih agar dapat terintegrasi penuh dengan perangkat komputasi guru. Pengenalan fitur mendasar hingga ekosistem pendukung menjadi fokus utama agar integrasi teknologi di kelas tidak lagi mengalami kendala teknis.
Asep Panji Lesmana menjelaskan bagaimana mengaplikasikan PID mulai dari menyamakannya dengan segala fiturnya, serta tata cara menyambungkannya dengan laptop atau komputer secara presisi.

“Ada berbagai aplikasi gratis yang disediakan pemerintah untuk memudahkan instruksi pembelajaran, hingga pemanfaatan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) guna merancang bahan ajar yang interaktif, personal, dan efisien bagi para siswa,” jelasnya.
Dari sudut pandang regulasi dan pengembangan mutu tenaga pendidik, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Depok, Syafrudin, menegaskan pentingnya wadah diskusi berkala bagi para guru. Menurutnya, sekolah merupakan sebuah organisasi terstruktur yang setiap aktivitasnya memiliki muatan tujuan pendidikan mendasar yang wajib dicapai secara optimal.
“Hari Belajar Guru itu penting karena sekolah adalah organisasi yang aktivitasnya memiliki tujuan pendidikan, dan tujuan tersebut tentunya harus tercapai. Menangani siswa tidak semua berjalan dengan baik, tetapi akan ada saja masalah yang terjadi. Dan setiap masalah itu bisa diselesaikan serta dibahas bersama di Hari Belajar Guru,” ujar Syafrudin.
Lebih lanjut, Syafrudin menguraikan bahwa muara dari seluruh peningkatan kapasitas guru dan modernisasi alat bantu mengajar adalah pembentukan karakter peserta didik secara utuh. Penguasaan teknologi canggih seperti PID maupun kecerdasan buatan hendaknya menjadi sarana penunjang untuk membekali siswa dengan pemikiran kritis dan fondasi moral yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman.
Syafrudin menekankan bahwa hasil akhir yang diharapkan dari proses pendidikan ini adalah agar siswa memiliki tujuan hidup yang jelas serta dibekali keterampilan dan keahlian praktis sebagai bekal masa depan.
“Pentingnya peran guru dalam mengawal para siswa agar senantiasa menjaga moralitas, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga tumbuh tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan tidak sekadar hidup berdasarkan insting biologis semata,” ucapnya. (*)

