Jabaran.id — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) membuka konferensi internasional Indonesia Digital Leadership Summit (IDLS) 2026 di Auditorium Indro Suwandi, Gedung Baru Fasilkom UI, Kampus UI Depok, Minggu, 18 Oktober 2026. Konferensi ini sebagai bentuk kontribusi nyata akademisi dalam mendorong percepatan transformasi digital nasional.
Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wijaya Kusumawardhana, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan agenda digitalisasi nasional yang aman dan berdaya saing.
“Agenda transformasi digital nasional kita adalah mewujudkan transformasi digital bermakna dengan prinsip-prinsip terhubung, tumbuh, dan terjaga,” kata Wijaya, Minggu, 18 Oktober 2026.
Menurut Wijaya, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian dalam membangun ekosistem digital. Peran strategis perguruan tinggi seperti UI sangat dibutuhkan untuk menciptakan inovasi dan memperkuat kepemimpinan digital Indonesia di masa depan.
Ia mengungkapkan, berbagai hasil inovasi dan riset dari lingkungan kampus saat ini telah banyak diserap serta dimanfaatkan oleh kementerian maupun lembaga pemerintah. Salah satu contoh inovasi terapan yang dipamerkan dalam forum ini adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang membantu pelacakan transparansi anggaran negara.
“Tadi ada program Flexi sebagai satu platform untuk membantu di Kementerian Keuangan, khususnya untuk melacak ke mana saja dana APBN dan APBD, sehingga lebih mudah dengan bantuan AI,” ujar Wijaya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Magister Teknologi Informasi Fasilkom UI, Panca Hadi Putra, menjelaskan bahwa summit ini menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. Acara yang diinisiasi oleh mahasiswa Magister Teknologi Informasi ini menampilkan beragam riset, makalah kolokium, hingga aplikasi praktis yang dikembangkan oleh para peneliti dan mahasiswa.
Panca menyoroti bagaimana pemanfaatan AI kini fokus diterapkan pada berbagai sektor strategis, seperti tata kelola hukum dan keuangan negara, agar proses bisnis di berbagai organisasi dapat berjalan lebih efisien dan akuntabel. Selain itu, Fasilkom UI juga tengah aktif mengembangkan model AI untuk menangani isu-isu krusial seperti penanganan ujaran kebencian (hate speech) hingga pemblokiran judi online.
“Kami mengembangkan model-model AI untuk bagaimana kita mendeteksi judi online atau hate speech. Sekarang bagaimana mengemas model AI ini menjadi solusi aplikasinya, itu sedang ongoing dikerjakan oleh kami melalui pusat riset cyber security dan informatika hukum,” jelas Panca.
Menanggapi langkah tegas terhadap peredaran konten ilegal di ruang siber, Wijaya Kusumawardhana kembali menegaskan komitmen Komdigi dalam melakukan penindakan dan pemblokiran secara masif. Langkah tersebut didukung oleh penyiapan infrastruktur pengawasan berbasis AI serta tim patroli siber yang beroperasi nonstop.
“Pemblokiran itu memang wajib karena judi dilarang oleh undang-undang. Satuan kami di Kominfo ini ada patroli siber yang bekerja selama 24 jam dibantu AI dan tim manusia, tidak hanya judi online, kami juga melakukan pemblokiran situs-situs pornografi karena itu dituntut oleh undang-undang,” pungkas Wijaya.
Sebelumnya, Fasilkom UI juga menggelar konferensi internasional lainnya pada 17 -18 Oktober, yakni International Conference on Advanced Computer Science and Information Systems (ICACSIS) 2026, International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS) 2026.


