Jabaran.id — Universitas Indonesia (UI) dan Shanghai International Studies University (SISU) sepakat memperbarui dan memperluas kerja sama strategis di bidang riset, ilmu humaniora, serta mobilitas mahasiswa internasional. Langkah ini diambil untuk mengakselerasi reputasi global kedua perguruan tinggi setelah kesepakatan sebelumnya berakhir.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat UI Depok tersebut membuka peluang lahirnya berbagai program kolaborasi berdampak tinggi.
“Perbaruan kerja sama ini memungkinkan dibukanya program-program kolaborasi berdampak, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga publikasi internasional,” kata Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Mahmud Sudibandriyo.
Mahmud menambahkan bahwa Universitas Indonesia memiliki Program Studi Cina di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) yang siap menjadi pintu masuk utama untuk memperkuat kemitraan dengan SISU.
Kunjungan delegasi Tiongkok yang dipimpin langsung oleh Presiden SISU Meng Zhongjie ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan UI. SISU, yang memiliki proporsi mahasiswa asing mencapai 25 persen dari total 12.000 mahasiswanya, memandang UI sebagai mitra kunci di Asia Tenggara.
Dalam ranah pengembangan ilmu pengetahuan terkini, Dekan School of Business and Management SISU, Yang Xiaolan, menawarkan kolaborasi riset di bidang ekonomi dan finansial yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.
“Terbuka peluang riset bersama UI di bidang ekonomi dan bisnis, khususnya guna menelaah pengaruh kecerdasan buatan (AI) terhadap perbankan dan keuangan global,” ungkap Yang Xiaolan, yang juga menawarkan program MBA berbahasa Inggris penuh bagi akademisi UI.
Dari sisi akademik dan hukum, Manajer Kerja Sama Internasional Fakultas Hukum UI, Choky R. Ramadhan, mengusulkan skema pendidikan yang fleksibel serta mekanisme kepembimbingan doktoral tingkat dunia.
“Kami mengusulkan eksplorasi skema 3+1 framework serta skema cotutelle, yakni skema doktoral internasional di mana mahasiswa menulis disertasi dengan supervisi ganda di dua universitas dan memperoleh pengakuan gelar dari keduanya,” jelas Choky.
Sementara itu, Direktur Internasionalisasi Pendidikan Universitas Indonesia, Fadhilah Muslim, menawarkan program short course dengan kurikulum yang disesuaikan (tailor-made). Program ini mencakup kursus intensif Bahasa Indonesia, pelatihan budaya, hingga modul akademik tematik.
Pihak SISU menyambut positif berbagai tawaran tersebut dan menekankan pentingnya penguatan ilmu humaniora serta studi kawasan.
“SISU memiliki ratusan dosen internasional dan mahasiswa dari lebih 100 negara. Kami melihat peluang besar dalam pertukaran mahasiswa, joint degree, hingga kolaborasi think-tank dan penguatan kajian Asian studies,” terang Deputy Director Office of International Cooperation and Exchange SISU, Mao Xiaohong.
Langkah responsif Universitas Indonesia dalam menggaet SISU ini berbarengan dengan target besar kampus. UI tengah membidik kehadiran 7.000 mahasiswa asing dalam empat tahun ke depan sebagai bagian dari akselerasi internasionalisasi dan pencapaian target reputasi global.

