HomeNews50 Ribu Buruh Keluar Jalur Demo Istana, BEM UI: Bundaran HI Jadi...

50 Ribu Buruh Keluar Jalur Demo Istana, BEM UI: Bundaran HI Jadi Podium Terakhir Rakyat

Jabaran.id — Aksi unjuk rasa 50 ribu buruh yang memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menuai dukungan penuh dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Pengalihan lokasi aksi yang tak lagi memusat di depan Istana Negara maupun Gedung DPR RI dinilai sebagai pesan kritis atas buntunya ruang dialog formal dengan pemerintah.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menegaskan bahwa kehadiran puluhan ribu buruh di jantung ibu kota tersebut bukanlah bentuk gangguan ketertiban, melainkan jeritan rakyat yang menuntut kelayakan hidup dan martabat kemanusiaan.

“Buruh turun ke kawasan Thamrin dan Bundaran HI bukan untuk dianggap sebagai gangguan, melainkan untuk didengar sebagai manusia yang setiap hari mempertaruhkan keringatnya demi upah yang bahkan sering tak cukup untuk hidup layak,” ujar Yatalathof dalam keterangan resmi yang diterima Jumat, 25 September 2026.

Athof, sapaannya menilai keputusan massa aksi untuk menduduki kawasan Bundaran HI membawa pesan simbolis yang kuat.

- Advertisement -

Menurutnya, gerakan buruh dan mahasiswa hanya menginginkan ruang komunikasi yang jujur dan menghasilkan solusi nyata, bukan sekadar janji manis yang dibahas di ruang tertutup tanpa ada realisasi.

“Pilihan tempat ini adalah pesan bahwa buruh, sama seperti mahasiswa dan elemen rakyat lainnya, hanya menginginkan dialog yang jujur dan konkret demi perubahan kondisi yang lebih baik. Bukan basa-basi di ruang tertutup yang berakhir tanpa perubahan apa pun,” tegasnya.

Atas dasar itu, BEM UI menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dan berdiri bersama buruh dalam memperjuangkan hak-hak kesejahteraan mereka.

Athof menekankan bahwa jaminan hidup layak bagi pekerja merupakan kewajiban mutlak negara yang diatur langsung dalam undang-undang dasar, sehingga tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai komoditas politik semata.

“BEM UI berdiri penuh di samping buruh yang memperjuangkan kesejahteraannya, karena hal itu adalah amanat konstitusi. Kesejahteraan buruh bukan agenda politik musiman, dan jauh lebih besar dari sekadar angka statistik. Kesejahteraan buruh adalah martabat manusia yang wajib dijamin negara,” tambahnya.

Athof pun memberikan peringatan keras kepada pemerintah agar tidak terus-menerus mengabaikan aspirasi para pekerja. Ia menyebut gelombang aksi di kawasan utama Jakarta akan terus terjadi jika pemerintah tetap enggan membuka diri terhadap tuntutan buruh.

“Jika negara terus menutup pintu dialog yang jujur, jangan heran bila jalanan di sekitar Bundaran HI menjadi satu-satunya podium yang tersisa bagi rakyat untuk didengar,” pungkas Ketua BEM UI.

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here