Jabaran.id – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok menggelar proses seleksi Pramuka Garuda tingkat siaga dan penggalang. Sebanyak 110 anggota pramuka pilihan, dengan rincian 61 peserta tingkat siaga dan 49 peserta tingkat penggalang yang berasal dari 4 pangkalan SMP serta satu pangkalan Homeschooling dan 4 pangkalan SMP serta satu pangkalan Homeschooling
Peserta mengikuti proses seleksi yang dirancang secara komprehensif, menguji tidak hanya keterampilan kepramukaan, tetapi juga ketahanan fisik, wawasan kebangsaan, serta kedalaman spiritual para siswa.

Penanggungjawab Kegiatan Penilaian, Siti Kumalasari mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini dikemas secara dinamis dengan menggunakan konsep penjelajahan kota. Para peserta mengikuti kegiatan di berbagai pos yang tersebar di sejumlah sekolah strategis di wilayah Sukmajaya. Rangkaian seleksi dimulai dari SMPN 4 Depok yang sekaligus berfungsi sebagai lokasi pembukaan serta pos pengujian bidang patriotisme dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Perjalanan berlanjut ke SMPN 22 Depok untuk menguji kemampuan pionering dan penguasaan bahasa Inggris, sebelum akhirnya ditutup di SMPN 3 Depok melalui pos pengujian iman dan takwa.
“Penilaian dalam seleksi Pramuka Garuda ini mencakup bidang imtak, patriotisme, scouting skill, life skill, ketangkasan fisik, IPTEK, dan bahasa Inggris atau bahasa asing,” ujar Siti Kumalasari.
Siti Kumalasari menambahkan bahwa proses pencapaian tingkatan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi siswa yang memenuhi kualifikasi khusus. Menurutnya, penghargaan ini diberikan secara selektif bagi siswa yang memiliki kecakapan tinggi, menunjukkan sikap sebagai teladan di lingkungan sekitarnya, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi, kecerdasan, dan ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Lebih lanjut, Siti Kumalasari memaparkan sejumlah fakta bermanfaat mengenai pentingnya pembinaan karakter melalui Gerakan Pramuka di era modern. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif dalam kegiatan kepramukaan terbukti secara empiris mampu membentuk kemandirian, mengasah kepemimpinan kolektif, serta membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan digital dan pergaulan bebas. Melalui pembiasaan kedisiplinan di pos-pos pengujian seperti PBB dan pionering, peserta dilatih untuk memecahkan masalah secara taktis, bekerja sama dalam tim, dan memiliki ketahanan fisik yang prima. Sementara itu, pengujian di bidang IPTEK dan bahasa asing disiapkan untuk menjawab tuntutan global agar anggota pramuka memiliki daya saing internasional tanpa kehilangan akar nilai-nilai nasionalisme dan keimanan.
“Satuan pendidikan tingkat siaga yang berpartisipasi meliputi SDN Baktijaya 1, SDN Baktijaya 5, SDN Mekarjaya 11, SDN Mekarjaya 31, serta Kerlap Homeschooling. Sementara itu, tingkat penggalang melibatkan SMPN 3 Depok, SMPN 4 Depok, SMPN 22 Depok, SMPN 33 Depok, dan Kerlap Homeschooling,” jelasnya.

Pencapaian menuju tingkatan tertinggi dalam struktur pramuka ini bukanlah proses yang instan, melainkan buah dari konsistensi pembinaan panjang. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Kwaran Kecamatan Sukmajaya, Mintarsih, yang menyoroti eksklusivitas dan standar tinggi yang harus dipenuhi oleh setiap kandidat.
“Tidak semua anggota pramuka bisa mencapai ke tingkat Pramuka Garuda. Harus ada pembeda dengan anak-anak biasa dengan pramuka garuda,” tegas Mintarsih.
Mintarsih juga menambahkan bahwa perjuangan dan dedikasi yang dicurahkan oleh para peserta selama proses seleksi sebanding dengan berbagai keistimewaan yang akan mereka peroleh di masa mendatang.
“Melalui penyelenggaraan seleksi Pramuka Garuda ini, diharapkan para peserta yang lolos tidak hanya membawa pulang badge kehormatan, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi teladan di sekolah maupun masyarakat, serta siap menjadi motor penggerak kemajuan pembangunan di Kota Depok,” ungkap Mintarsih. (*)



