Jabaran.id – Pembayaran pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat yang diandalkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di tengah tekanan fiskal. Di sisi lain, Pemprov Jabar terus mengejar target pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 149,801 kilometer pada 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi masyarakat yang tetap memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Menurut dia, partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk gotong royong masyarakat dalam membantu pemerintah daerah menjaga keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik.
“Di tengah tekanan fiskal Pemprov Jabar yang dialami, masyarakat Jawa Barat masih bahu-membahu, bergotong royong bersama-sama memberikan bantuan terhadap Provinsi Jawa Barat dalam bentuk pembayaran pajak, terutama pajak kendaraan bermotor,” kata Dedi.
Dia menegaskan, kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak memiliki arti penting bagi pemerintah daerah. Terlebih, pemerintah tengah menghadapi tekanan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Berdasarkan data posisi kas daerah pada Kamis (29/10/2026), saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemprov Jabar tercatat sebesar Rp567.949.556.627 atau sekitar Rp567,94 miliar. Pada hari yang sama, pendapatan daerah tercatat mencapai Rp13.370.054.100.
Dedi mengakui pelayanan pemerintah daerah masih perlu terus diperbaiki. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak hanya berpartisipasi melalui pembayaran pajak, tetapi juga ikut memberikan kritik dan masukan terhadap kinerja pemerintah.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila layanan Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum optimal. Sehingga kami akan terus mengoreksi diri, introspeksi agar layanan kami bisa memuaskan seluruh warga Jawa Barat,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu pekerjaan yang harus dituntaskan Pemprov Jabar. Salah satunya melalui program pembangunan dan perbaikan jalan yang ditargetkan mencapai 149,801 kilometer sepanjang 2026.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Agung Wahyudi mengatakan, hingga awal Agustus 2026, realisasi pembangunan dan perbaikan jalan telah mencapai 43,589 kilometer.
“Dari target 149,801 kilometer pembangunan dan perbaikan jalan tahun ini,” kata Agung.
Selain pekerjaan jalan, Pemprov Jabar juga menargetkan pelebaran jalan sepanjang 15,631 kilometer. Hingga awal Agustus, realisasinya tercatat 2,25 kilometer. Pekerjaan tersebut turut dilengkapi dengan penataan drainase dan marka jalan.
Sejumlah pekerjaan infrastruktur juga dilakukan di wilayah yang membutuhkan peningkatan aksesibilitas. Salah satunya pembangunan dan perbaikan ruas Simpang Karanghawu hingga perbatasan Banten di Cikotok, Kabupaten Sukabumi, sepanjang 2,3 kilometer.
Proyek dengan nilai kontrak Rp10,29 miliar tersebut melibatkan 43 pekerja. Perbaikan ruas ini diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata di kawasan selatan Sukabumi.
Pekerjaan lainnya dilakukan pada ruas Garut-Cilandak melalui bantuan keuangan provinsi. Ruas sepanjang 3.839 meter itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp12,73 miliar dan melibatkan 30 pekerja.
“Tahun ini dilaksanakan pula 47 paket perbaikan atau penggantian jembatan, empat bangunan pelengkap, serta pembangunan flyover dan underpass masing-masing satu buah,” ujarnya. (*)


