Jabaran.id – Ikatan Budaya Sunda (IBS) Kota Depok kembali menggelar Pasanggiri Rampak Sekar memperebutkan Piala Walikota Depok. Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, kegiatan ini menjadi ajang bagi pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat untuk menampilkan kemampuan mereka dalam seni vokal Sunda yang dibawakan secara berkelompok.
Ketua Panitia Pasanggiri Rampak Sekar, Dikdik Cuandi, menyatakan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh puluhan sekolah dari berbagai jenjang.

“Kegiatan ini sudah yang keempat. Tujuannya untuk melestarikan budaya Sunda di kawasan perbatasan, di mana Kota Depok adalah perbatasan,” kata Didik Cuandi.
Menurut Dikdik, posisi Depok yang berada di perbatasan langsung dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat membuat tantangan pelestarian budaya semakin besar tantangannya. Arus urbanisasi dan modernitas di kawasan perbatasan dinilai dapat menggerus kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Karena itu, Pasanggiri Rampak Sekar dirancang sebagai ruang bagi siswa agar tetap mengenal dan mencintai warisan budaya Sunda.
“Semoga semua siswa SD, SMP, dan SMA sederajat bisa tetap cinta dengan budaya Sunda,” ujarnya.

Didik memaparkan, dari total peserta yang mendaftar, tercatat 20 sekolah tingkat SD, 18 sekolah tingkat SMP, dan 5 sekolah tingkat SMA sederajat. Seluruh peserta kemudian disaring hingga tersisa enam tim peserta SD, enam tim SMP, dan lima tim SMA yang akan tampil di babak final. Penyaringan dilakukan untuk memastikan hanya tim terbaik yang berhak memperebutkan Piala Walikota Depok.
“Disaring menjadi enam tim peserta SD, SMP, dan lima tim SMA yang akan tampil di babak final,” jelas Didik.
Sementara itu, Ketua IBS Kota Depok, Usep Kusnadi, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan bahasa Sunda. Menurut Usep, bahasa Sunda merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Jawa Barat, dan Provinsi Jawa Barat dinilai telah mengelola pelestarian bahasa Sunda dengan baik. IBS Kota Depok ingin menghadirkan semangat serupa di wilayah perbatasan.
“Ingin melestarikan bahasa Sunda, di mana Jawa Barat termasuk provinsi yang mengelola dengan baik pelestarian bahasa Sunda,” tutur Usep Kusnadi.
Usep menambahkan, Rampak Sekar dipilih karena merupakan salah satu bentuk seni vokal Sunda yang dapat dibawakan secara bersama-sama. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar menyanyi, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung dalam budaya Sunda. Menurutnya, pendekatan seni dinilai lebih efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini.

“Anak-anak adalah jembatan budaya masa lalu, kini, dan masa depan. Mari sama-sama melestarikan semuanya,” kata Usep menegaskan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Pasanggiri Rampak Sekar. Wahid menilai kegiatan ini perlu didukung karena memiliki nilai edukatif dan kultural bagi para pelajar. Menurutnya, Kota Depok memiliki karakteristik unik sebagai kota yang berada di perbatasan ibu kota Jakarta, dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.
“Ini acara yang perlu diapresiasi. Kota Depok adalah kota yang unik. Berada di perbatasan ibu kota Jakarta yang isinya beragam orang dengan latar belakangnya,” kata Wahid Suryono.
Wahid menyoroti arus modernitas yang semakin deras dan berpotensi menggeser perhatian generasi muda dari seni dan budaya daerah. Menurutnya, pengenalan seni dan budaya perlu terus dilakukan agar semangat pelestarian tetap tumbuh dan terjaga di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa budaya bukanlah bagian dari masa lalu yang sepatutnya ditinggalkan.
“Budaya bukanlah bagian dari masa lalu, tetapi budaya adalah identitas masa kini dan masa depan. Jangan sampai kehilangan budaya di masa depan nanti,” ujar Wahid.
Wahid menambahkan, para pelajar memiliki peran strategis sebagai penerus budaya. Ia menyebut anak-anak sebagai jembatan yang menghubungkan budaya masa lalu, masa kini, dan masa depan. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat dan melestarikan budaya daerah.
“Anak-anak adalah jembatan budaya masa lalu, kini, dan masa depan. Mari sama-sama melestarikan semuanya,” pungkas Wahid Suryono. (*)
Daftar pemenang Pasanggiri Rampak Sekar Baraya Sanusa 4
Tingkat SD
Juara 1 : SD Santa Theresia Depok
Juara 2 : SDN Mekar Jaya 11 Depok
Juara 3 : SDN Sukatani 4 Tapos Depok
Harapan 1 : SDN Papandayan Bogor
Harapan 2 : SDN Beji 6
Harapan 3 : SD Mardi Yuana
Tingkat SMP
Juara 1 : SMP Negeri 14 Depok
Juara 2 : SMPN 18 DEPOK
Juara 3 : SMP NEGERI 6 DEPOK
Harapan 1 : SMPN 3 Depok
Harapan 2 : SMPN 1 Cikarang Selatan
Harapan 3 : SMPN 19 DEPOK
Tingkat SMA
Juara 1 : SMA Sejahtera 1 Depok
Juara 2 : SMAN 11 Depok
Juara 3 : SMAN 3 Depok
Harapan 1 : SMK Tunas Bangsa Depok
Harapan 2 : SMAN 1 Depok


