HomeJabarHidupkan Destinasi Wisata Lokal, Pemdes Bantarsari Bogor Bangun Dayeuh Padjajaran

Hidupkan Destinasi Wisata Lokal, Pemdes Bantarsari Bogor Bangun Dayeuh Padjajaran

Jabaran.id – Salah satu upaya pengembangan destinasi wisata lokal dilakukan oleh Pemerintah Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor dengan membangun kawasan Dayeuh Padjajaran.

Saat ini bangunan yang didominasi bambu tersebut penggarapannya telah mencapai 70 persen

Kasi Pemerintahan (Kasipem) Desa Bantarsari, Supriyatna menyebutkan, pembangunan Dayeuh Padjajaran dirancang sebagai ruang publik multifungsi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi bagi warga.

“Konsep pembangunan Dayeuh Padjajaran ini ada ekowisata, terdapat stand-stand buat kopi di depan taman, untuk memfasilitasi anak-anak bermain,” ungkap Supriyatna kepada Jabaran.id, Senin (02/11/2026).

- Advertisement -

Disebutkan pula, kawasan yang memiliki luas 100 meter ini akan dilengkapi dengan tujuh booth UMKM, gapura ikonik, ornamen pagar bambu, dan pos ronda yang dibangun dengan konsep Dayeuh. Keunikan lainnya, di depan gapura akan terdapat taman yang menjadi pembeda kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, Dayeuh Pajajaran juga menekankan pada edukasi pengelolaan sampah. Program ini difokuskan di wilayah RW08 dengan pemanfaatan sampah organik dan non-organik.

“Dayeuh Padjajaran kita ditekankan pemanfaatan sampah, di RW08 khususnya. Ada biopori ember, biopori jumbo,” bebernya.

Kawasan Dayeuh Padjajaran juga akan mengembangkan pengolahan sampah organik, non-organik, hingga budidaya maggot yang saat ini masih terkendala bahan baku.

Progres saat ini lanjut Supriyatna, pembangunan gapura, ornamen pagar, dan pembuatan pos ronda dari konsep Dayeuh sudah berjalan. Minggu ini, fokus penyelesaian adalah pos ronda, kemudian dilanjutkan ke gapura.

“Pembangunan sudah 70 persen, gapura, ornamen pagar-pagar, pembuatan pos ronda dari dayeuhnya. Kalau sampah dan biopori itu belum,” terang Supriyatna.

Ia menargetkan pembangunan fisik Dayeuh Padjajaran rampung dalam tiga minggu ke depan, untuk selanjutnya masuk ke tahap pengelolaan sampah.

Pemerintah desa juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk mengisi booth yang tersedia. Beberapa produk unggulan yang akan dipasarkan di antaranya keripik singkong, keripik tempe, dan teh daun jambu kristal.

Supriyatna berpesan kepada masyarakat, khususnya warga RW08, untuk turut menjaga dan merawat kawasan tersebut.

“Pesan dari desa untuk masyarakat, khususnya di warga RW 08, bisa menjaga dan merawat Dayeuh, karena kita menekankan kepada sampah bisa menghasilkan untuk ekonomi warga,” tutup Supriyatna.

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here