Jabaran.id – Menyongsong Indonesia Emas 2045 sambil menunggu ex. Lahan SDN Pondok Cina 1 rampung dijadikan sekolah inklusi, Pemerintah Kota Depok melaunching Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) di Lantai 1 Gedung Perpustakaan dan Arsip balai kota, Jalan Margonda, Kamis, 24 Juli 2025.
Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan RKAI ini sebagai wadah atau media bagi anak menunjukkan talenta dan kreativitasnya.
“Sehingga harapan kita Depok adalah milik bersama dan kita maju bersama dengan dukungan bersama,” kata Supian.
Adapun visi dari RKAI ini, semua tanpa terkecuali punya harapan untuk masa depan, termasuk anak berkebutuhan khusus, sehingga memiliki tanggung jawab memfasilitasi yang menjadi harapan anak-anak Indonesia.
“Di Depok khususnya untuk mereka bisa berkreatif, mereka bisa menunjukkan kemampuannya, dan pemerintah hadir di sini memberikan juga dukungan terhadap berbagai upaya yang dilakukan yayasan, komunitas yang selama ini juga sudah berjuang melayani anak-anak istimewa,” terang Supian.
Kehadiran RKAI ini, lanjut Supian, bukan menggantikan komunitas atau lembaga lainnya, tetapi lebih kepada bersama memajukan Depok, memberikan ruang yang luas buat anak-anak istimewa.
“Tentunya untuk bisa ke depan menjadi anak-anak yang menjadi harapan kita dan Insyaallah bisa mandiri layaknya dengan anak-anak Indonesia pada umumnya,” harap Supian.
Di RKAI ini, Supian menjelaskan sudah banyak yang mendaftar, sehingga ada tim assessment untuk menyeleksi anak yang akan belajar di sana.
“Artinya dalam kesempatan ini saya sampaikan mohon maaf belum semuanya anak istimewa kita bisa layani di sini, khususnya kita yang melayani yang punya IQ di atas 50 ya, karena untuk kemudahan dalam mereka mencerna dan memahami apa yang menjadi pembelajaran yang diberikan,” jelas Supian.
Pada RKAI di Perpustakaan dan Arsip Depok terdapat pemeriksaan kesehatan gigi. Supian mengatakan garis besar Rumah Kreasi Anak Indonesia ada 2, yakni melayani terkait tentang kesehatan dan kemampuan atau keterampilan anak-anak istimewa.
“Keterampilannya tadi ada yang belajar melukis, ada yang belajar seni ada yang belajar craft, ada yang juga terkait dengan mengaji hafalan, ini juga kita lakukan. Termasuk juga konseling buat orang tua yang memiliki anak-anak istimewa,” kata Supian.
Saat ini, Supian menambahkan, saat ini ada 29 anak istimewa yang lolos assessment untuk belajar melukis, menari, mengaji, menyanyi, musik dan konseling.
“Nanti kita akan tambah-tambah terus hal-hal yang memang dibutuhkan, termasuk fashion show tadi, mungkin nanti membatik, menjahit atau tadi barista, latihan konten kreator, desain grafis,” ucap Supian.
