HomePendidikanDosen FK UPNVJ Gelar Webinar RESPIRA 2026 untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Pernapasan

Dosen FK UPNVJ Gelar Webinar RESPIRA 2026 untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Pernapasan

Jabaran.id — Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta atau FK UPNVJ sukses menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis edukasi medis melalui webinar daring bertajuk “RESPIRA: Respiratory Insights For Primary Care” pada Minggu, 28 Juni 2026.

PKM ini diketuai dr. Andrea Salsabila Rosadi, dengan anggota dr. Citra Ayu Aprilia, M.Kes., dr. Dafina Lena, dan dr. Keishia Natashia.

Adapun pemateri yang dihadirkan dalam webinar ini, yakni Prof. dr. Anwar Yusuf, Sp.P(K)., yang mengisi materi “Pulmonary Tuberculosis in Primary Care: Early Detection, Diagnosis, and Program-Based Management“.

Kemudian, dr. Ikhsan Budi, Sp.P., dengan materi “Acute Respiratory Tract Infections in Primary Care: Accurate Diagnosis and Rational Management“.

- Advertisement -

Selanjutnya, dr. Fannie Rizki Ananda, M.Ked.(Paru), Sp.P., mengisi materi “Asthma and COPD in Primary Care: Strategies for Symptom Control and Exacerbation Prevention“.

Sedangkan moderator webinar yang menghadirkan diskusi interaktif berbasis media visual tersebut adalah dr. Keishia Natashia, dan dipandu dr. Dafina Lena sebagai master of ceremony (MC).

dr. Andrea mengungkapkan bahwa webinar ini diselenggarakan khusus untuk merespons kebutuhan mendesak akan pembaruan wawasan klinis bagi para tenaga kesehatan.

“Seperti dokter umum dan perawat yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama,” kata dr. Andrea.

dr. Andrea menuturkan, penyakit respirasi hingga saat ini masih menjadi salah satu penyumbang utama angka morbiditas dan kunjungan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Berbagai kondisi, seperti infeksi saluran pernapasan akut, tuberkulosis, asma, serta penyakit paru obstruktif kronis, merupakan kasus yang sering dijumpai dalam praktik sehari-hari.

“Selain itu, perkembangan pascapandemi COVID-19 turut menambah kompleksitas dalam pendekatan diagnosis dan tata laksana gangguan respirasi,” tuturnya.

Sebagai garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan, lanjut dr. Andrea, dokter umum memiliki peran strategis dalam melakukan deteksi dini, penegakan diagnosis awal, serta penatalaksanaan yang tepat dan rasional. Namun demikian, terdapat dinamika perkembangan ilmu kedokteran dan variasi manifestasi klinis yang terus berkembang.

Ia menilai kurang optimalnya pengendalian penyakit pernapasan sejak dini berpotensi meningkatkan angka morbiditas serta memperberat beban pembiayaan kesehatan secara nasional.

Oleh karena itu, webinar ini memfokuskan pembahasan pada pendekatan praktis, tata laksana klinis terkini, serta diagnosis yang akurat.

“Hingga strategi pencegahan komplikasi untuk penyakit saluran pernapasan umum seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” papar dr. Andrea.

Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas para praktisi di garda terdepan layanan primer dalam merespons kasus pernapasan.

“Melalui webinar RESPIRA ini, kami menghadirkan panduan praktis dan edukasi berbasis bukti ilmiah agar para dokter dan tenaga kesehatan di layanan primer memiliki pemahaman mendalam untuk melakukan deteksi dini, diagnosis yang presisi, serta pengelolaan program tata laksana penyakit pernapasan secara optimal dalam praktik klinis sehari-hari,” ujar dr. Andrea.

Ia menerangkan, pelaksanaan webinar ini dirancang secara terstruktur dan terukur melalui tiga tahapan evaluasi utama.

“Pada tahap awal, para peserta diwajibkan mengikuti pretest untuk mengukur sejauh mana tingkat pengetahuan awal mereka terkait penanganan kasus pernapasan,” terangnya.

Tahap kedua, kata dr. Andrea, diisi dengan sesi pemaparan materi komprehensif oleh tiga narasumber yang kompeten di bidangnya.

“Tahap akhir ditutup dengan pengerjaan posttest yang berfungsi menilai tingkat pemahaman pascamateri diberikan,” jelas dr. Andrea.

Sementara itu, dr. Citra menambahkan bahwa dari hasil analisisnya terhadap kegiatan pengabdian masyarakat berupa webinar ini, menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar peserta pada posttest dibanding pretest.

“Hal ini dikarenakan banyak peserta yang semakin memahami penyakit respirasi dan tata laksananya,” imbuh dr. Citra.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here