HomePendidikanGandeng Komunitas, SMPN 23 Depok Gelar Simulasi Mitigasi Bencana Gempa

Gandeng Komunitas, SMPN 23 Depok Gelar Simulasi Mitigasi Bencana Gempa

Jabaran.id – SMPN 23 Depok menyelenggarakan simulasi mitigasi bencana dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi gempa bumi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Komunitas Sejalan Yuk dan Yayasan Plan Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari program pendidikan kebencanaan yang telah direncanakan sejak 2024.

Wakil Kesiswaan SMPN 23 Depok, Atiek Indirani, menjelaskan bahwa simulasi ini dirancang untuk melatih seluruh siswa dalam menghadapi situasi darurat.

Simulasi Gempa di SMPN 23 Depok 1

“Kami telah menyiapkan titik kumpul di lapangan sekolah sebagai langkah antisipasi. Selain itu, sebelumnya kami juga memberikan pelatihan kepada beberapa siswa yang menjadi student agent untuk membimbing teman-temannya dalam memahami prosedur mitigasi bencana,” ujar Atiek.

- Advertisement -

Simulasi yang dilaksanakan dalam dua sesi—pagi dan siang—ini melibatkan sekitar 700 siswa. Adapun skenario yang digunakan adalah bencana gempa bumi, di mana siswa diajarkan untuk tetap tenang, melindungi kepala, dan segera menuju titik evakuasi yang telah ditentukan.

Kepala SMPN 23 Depok, Sukmawaty Zulkifli, menekankan pentingnya kegiatan ini mengingat kondisi sekolah yang memiliki gedung tiga lantai.

“Kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata. Ini adalah lifeskill yang sangat berguna, terutama dalam kondisi darurat,” kata Sukmawaty.

Simulasi Gempa di SMPN 23 Depok 1

Ia menambahkan, inti dari pelatihan ini adalah melatih siswa agar tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah penyelamatan dengan benar.

“Mereka harus tahu apa yang harus dilakukan, seperti melindungi kepala saat gempa terjadi, kemudian menuju titik kumpul dengan tertib,” jelasnya.

Kolaborasi dengan Komunitas Sejalan Yuk dan Yayasan Plan Indonesia turut memperkuat pelaksanaan kegiatan ini. Melalui pendekatan partisipatif, siswa tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga dilibatkan sebagai agen perubahan (student agent) yang bertugas menyebarkan pengetahuan kebencanaan kepada rekan-rekannya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan, mengingat Indonesia merupakan wilayah rawan bencana, termasuk gempa bumi. Dengan edukasi sejak dini, diharapkan siswa SMPN 23 Depok dapat menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai situasi darurat di masa depan,” kata Sukmawaty. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here