Jabaran.id – Semangat kemerdekaan berkobar di SMPN 26 Depok. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah yang berlokasi di Depok ini menggelar serangkaian perlombaan yang unik dan meriah. Yang membedakan, gelaran kali ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan guru secara aktif, menciptakan atmosfer kebersamaan dan kekeluargaan yang hangat.
Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ia menjelaskan tentang makna dan manfaat mendalam dari perayaan tersebut.

“Salah satunya adalah untuk meningkatkan rasa nasionalisme pada generasi bangsa. Karena untuk bisa meningkatkan rasa nasionalisme adalah dengan mengingat sejarah,” ujar Ahmad Sujai.
Acara dibuka dengan kegiatan yang mempererat ikatan batin seluruh warga sekolah, yakni sarapan pagi bersama. Momen ini menjadi fondasi kebersamaan sebelum berkompetisi.
“Sebelum pelaksanaan lomba dimulai, diadakan dahulu sarapan pagi bersama, baik dengan siswa ataupun guru,” jelas Sujai.

Untuk para siswa, disiapkan empat lomba yang menguji kreativitas, ketangkasan, dan kerja tim. Lomba tersebut adalah kebersihan dan kelengkapan kelas, memasukkan pensil ke dalam botol, kemeja balon, dan estafet sarung. Pada lomba estafet sarung, terjadi kolaborasi yang unik dan simbolis dimana “wali kelas bekerja sama dengan siswa,” menunjukkan bahwa pendidikan adalah proses partnership.
Tidak kalah seru, para guru juga turun ke arena untuk memeriahkan suasana dengan dua lomba: estafet sarung dan sambung lirik. Keikutsertaan guru dalam lomba bukan hanya menambah kemeriahan, tetapi juga menjadi contoh nyata tentang semangat sportivitas dan kebersamaan, sekaligus memupuk hubungan yang lebih akrab dan setara antara pendidik dan peserta didik di luar rutinitas belajar-mengajar formal. (*)
