Jabaran.id – Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Barat H.M Hasbullah Rahmad saat menggelar Reses 1 Tahun Anggaran 2025, di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 29 November 2025.
Hasbullah mengatakan setidaknya ada 5 poin aspirasi yang dirangkum dalam resesnya kali ini, yakni lahan makam yang terletak di areal Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sesuai dengan plotting.
“Kan sudah di-plotting 1 hektar, mereka minta jangan dikurangi lagi, kalau dibuatkan penghijauan boleh, tapi jangan dikurangi lagi, karena Cisalak itu kan padat penduduknya,” kata Hasbullah.

Kemudian, warga Cisalak juga meminta dibangun Puskesmas dan Sekolah Negeri di lahan tidur yang terdapat di Jalan Juanda.
“Itu kan harus dilihat dulu, lahannya milik siapa dan bisa tidak dibangun puskesmas atau sekolah negeri,” tutur Hasbullah.
Selain itu, dewan dari daerah pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi ini menerangkan, warga Cisalak juga meminta ada penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Juanda.
“Bantuan PJU, Dishub Depok kan juga sering mendapat bantuan PJU dari Jawa Barat, tinggal diusulkan dan dilihat titik-titik rawan, maka itu diprioritaskan untuk dibangun PJU agar tidak rawan kecelakaan, terjadi tindak kriminal atau begal,” tutur Hasbullah.
Selanjutnya, jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Juanda, namun Hasbullah mengungkapkan lajur tersebut statusnya sudah berubah menjadi Jalan nasional.
“Kalau statusnya Jalan nasional itu ya harusnya ke Kementerian PU (Pekerjaan Umum),” paparnya.
Hasbullah sendiri menilai Jalan Margonda sendiri perlu ditambah JPU dan PJO, karena di Jalan yang menghubungkan Raya Bogor dan Margonda tersebut relatif gelap, dan arus kendaraan di sana kencang.
“Jalannya kan relatif mulus, orang pada kencang-kencang bawa mobilnya, rawan kecelakaan,” terang Hasbullah.
Politikus yang mengabdi sebagai Anggota dewan sejak 1999 ini juga mengatakan masyarakat Cisalak juga meminta untuk diberdayakan di kantin kampus UIII.
“Jadi kalau kampus bikin kantin, yang diberdayakan orang-orang sini, jangan ngambil dari luar, sama beasiswa lah, biar warga Cisalak kuliah di situ gratis, masa ada kampus setaraf internasional, mereka cuma jadi penonton,” pungkas Hasbullah.
Sebab, Hasbullah menambahkan, Depok tidak memiliki sumber daya alam, sehingga yang perlu dikembangkan adalah sumber daya manusianya.
“Berikan kuota beasiswa, mereka yang KTP Cisalak, misalkan setahun 10 orang kan lumayan, ke depannya bisa mengangkat derajat dan martabat Keluarganya,” demikian Hasbullah memungkas.
