HomeNewsInternasionalIni Cara Amerika - Israel Temukan Lokasi Khamenei, CIA Disebut Jadi Kunci...

Ini Cara Amerika – Israel Temukan Lokasi Khamenei, CIA Disebut Jadi Kunci Intelijen

Jabaran.id – Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada Sabtu lalu yang berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan oleh Presiden AS dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu, dan tak lama kemudian dikonfirmasi oleh stasiun televisi Iran.

Serangan yang menghantam kompleks kepemimpinan di jantung kota Teheran itu tidak hanya merenggut nyawa Khamenei. Berdasarkan laporan yang beredar, putra, menantu, cucu, serta sejumlah pengawal pribadinya juga dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Dua pejabat tinggi militer Iran lainnya turut menjadi korban, yakni Kepala Garda Revolusi Jenderal Mohammad Pakpour dan penasihat keamanan senior Ali Shamkhani, sebagaimana dikonfirmasi oleh peradilan Iran.

Pasca peristiwa itu, pemerintah Iran mengambil langkah cepat dengan menunjuk Presiden Masoud Pezeshkian bersama dua pejabat tinggi lainnya untuk memimpin masa transisi pemerintahan. Penunjukan ini dilakukan guna mengisi kekosongan kepemimpinan pasca wafatnya Khamenei yang telah memegang kendali tertinggi selama beberapa dekade.

Lantas, bagaimana Amerika Serikat dan Israel bisa menargetkan seorang pemimpin tertinggi yang biasanya berada di lokasi rahasia dan dijaga ketat?

- Advertisement -

Mengutip laporan AFP pada Senin (2/3/2026), keberhasilan serangan ini tidak lepas dari peran intelijen Badan Intelijen Pusat Amerika (CIA). Badan intelijen tersebut disebut-sebut telah mengindikasikan bahwa Khamenei akan menghadiri sebuah pertemuan penting dengan para pejabat tinggi Iran. Pertemuan itu diduga digelar untuk membahas strategi serangan balasan terhadap AS dan Israel.

Menurut laporan New York Times yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui jalannya operasi, CIA telah melacak pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan. Pelacakan intensif itu akhirnya membuahkan hasil ketika agen-agen intelijen Amerika mengetahui adanya jadwal pertemuan para petinggi Iran pada Sabtu pagi di kompleks kepemimpinan Teheran.

Awalnya, Washington dan Tel Aviv disebut berencana melancarkan serangan pada malam hari. Namun, berdasarkan data intelijen terkini dari CIA, rencana tersebut kemudian diubah.

“AS memberikan informasi tersebut kepada Israel, yang berencana melakukan serangan terhadap kepemimpinan Iran,” demikian isi laporan surat kabar tersebut.

Times merinci kronologi operasi yang berlangsung cepat tersebut. “Operasi dimulai sekitar pukul 6:00 pagi di Israel dan rudal jarak jauh menghantam kompleks tersebut sekitar pukul 9:40 pagi,” tulis Times. Saat rudal menghantam, diketahui bahwa “para pejabat senior keamanan nasional Iran berada di salah satu gedung di kompleks tersebut, dan Khamenei berada di gedung terdekat.”

Serangan ini memicu reaksi balasan dari Teheran. Iran dilaporkan melancarkan serangan di sejumlah lokasi di kawasan Teluk, termasuk di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, serta di dekat pangkalan militer AS. Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang lebih besar.

Menanggapi situasi yang semakin memanas, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemboman militer Amerika akan berlanjut “selama diperlukan”. Pernyataan ini menegaskan komitmen Washington untuk terus melancarkan operasi militernya di tengah ketegangan yang meningkat pasca tewasnya pemimpin tertinggi Iran. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here