HomePendidikanKB dan TK NP Tunas Global Gelar Pentas Seni "Ocean Guardian...

KB dan TK NP Tunas Global Gelar Pentas Seni “Ocean Guardian Squad” : Fondasi Kuat untuk Masa Depan

Jabaran.id – Siswa Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Nasional Plus Tunas Global telah menyelesaikan babak penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Dalam sebuah pentas seni yang digelar di salah satu gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, siswa tidak hanya tampil memukau dengan drama musikal berjudul *’Ocean Guardian Squad’*, tetapi juga menandai momen transisi mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Acara yang sarat makna ini menjadi simbolisasi dari hasil proses panjang pendidikan yang tidak semata-mata mengukur kecerdasan akademik. Kepala KB dan TK NP Tunas Global, Saanih, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah perayaan atas perkembangan holistik para siswa. Total ada 80 siswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, rinciannya adalah 36 siswa TK B, 22 siswa TK A, dan 22 siswa KB.

Pentas dan pelepasan siswa KB dan TK NP Tunas Global 1

“Ini adalah hari yang penuh makna, yang diisi dengan kegiatan pentas seni dan melepas siswa ke jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa panggung pentas seni merupakan manifestasi nyata dari pendidikan yang berimbang.

“Bukan hanya tentang menunjukkan potensi dan bakat, tetapi ini adalah hasil proses panjang pendidikan yang tidak hanya akademik, tetapi pengembangan potensi dan bakatnya. Pendidikan bukan hanya menjadikan anak pintar, tetapi menjadi manusia yang lebih baik,” tegas Saanih.

Pentas dan pelepasan siswa KB dan TK NP Tunas Global 5

Di balik gemerlap panggung dan penampilan para siswa, terdapat isu fundamental tentang kesiapan anak memasuki dunia pendidikan dasar. Dewan Pembina Yayasan Mandiri Tunas Global, Eppy S. Rachman, mengingatkan bahwa ada dua karakteristik utama yang sering terlihat pada anak setelah masa TK. Menurutnya, kondisi ini tidak berkaitan dengan bakat atau intelektual, tetapi lebih pada kesiapan pondasi belajar.

“Ada yang mulus dalam menjalani pendidikan dan ada yang mengalami kendala,” ungkap Eppy.

Ia menekankan bahwa masyarakat sering terjebak pada anggapan bahwa masuk SD identik dengan kemampuan calistung (baca, tulis, hitung). Padahal, menurutnya, itu hanyalah komponen kecil.

Pentas dan pelepasan siswa KB dan TK NP Tunas Global 6

“Komponen terbesar adalah kesiapan pondasi pembelajaran ke jenjang SD,” tambahnya.

Eppy lalu memaparkan lima komponen kunci yang menjadi fondasi kenyamanan siswa dalam belajar, yang disebut sebagai ‘pondasi pembelajaran’. Pertama adalah regulasi diri, di mana siswa dilatih untuk fokus dan memahami instruksi sederhana. Kedua, kemampuan memahami bahasa, yaitu mampu memahami cerita dan menjelaskannya kembali. Ketiga, rasa ingin tahu dan keberanian bertanya.

“Keempat, kemampuan berinteraksi sosial atau belajar bermasyarakat. Kelima, pondasi kognitif yang mencakup pemahaman tentang pengelompokan dan pengukuran,” terangnya.

Kualitas pendidikan yang diterapkan di KB dan TK NP Tunas Global mendapatkan apresiasi dari pengawas TK Dinas Pendidikan Kota Depok, Yuningsih. Ia menilai bahwa sekolah tersebut telah memenuhi kriteria sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas.

Pentas dan pelepasan siswa KB dan TK NP Tunas Global 2

Ia merinci empat indikator utama yang ditemukan di sekolah tersebut. Pertama, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kedua, menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Ketiga, para guru yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan. Keempat, kepemimpinan sekolah dan kualitas guru yang mumpuni.

“Sekolah yang berkualitas dan semua itu ada di Tunas Global,” puji Yuningsih. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here