Jabaran.id – Inovasi nyata dalam membangun kesadaran lingkungan dan kesehatan masyarakat digaungkan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) dan PGRI Kecamatan Cimanggis. Melalui kolaborasi strategis antara dunia pendidikan, pemerintah kecamatan, dan kelurahan, mereka meluncurkan program terobosan bertajuk ‘Sera Mijel’ (Sembako Murah Minyak Jelantah). Program yang diresmikan dalam sebuah acara khusus ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi langsung membuahkan hasil konkret dengan terkumpulnya 3.169 liter minyak jelantah dari 22 SDN se-Kecamatan Cimanggis dalam tahap awal.
Ketua K3SD Kecamatan Cimanggis, Yatmin, mengatakan kolaborasi antara sekolah dan lingkungan seperti kelurahan dan kecamatan dalam program pemerintah yang berkaitan dengan pendidikan adalah kunci keberhasilan. Launching Sera Mijel ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh lurah serta Kepala SDN di wilayah Cimanggis, menandakan komitmen tinggi dari seluruh elemen wilayah.

“Minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan dalam volume besar tersebut rencananya akan ditukarkan dengan minyak goreng baru dari merek Grenia, memberikan nilai ekonomis langsung bagi partisipan,” ujarnya.
Camat Cimanggis, Rahmat Maulana melihat program ini sebagai sebuah langkah yang visioner dan selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan. Tentunya kegiatan ini linier dengan program yang berkaitan dengan lingkungan.
“Minyak jelantah yang dikumpulkan akan dibuat jadi bio faktur, kegiatan ini untuk menyiapkan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” jelas Rahmat.

Rahmat Maulana juga memberikan penjelasan komprehensif mengenai dampak ganda dari pengelolaan minyak jelantah yang salah. Minyak jelantah yang sudah dipakai berulang-ulang tentunya bisa berdampak pada kesehatan. Sementara dari aspek lingkungan, ia mengingatkan bahaya laten pembuangan sembarangan. Program Sera Mijel menjadi sangat krusial, tidak hanya sebagai pengumpul sampah, tetapi sebagai investasi bagi kesehatan masyarakat dan keberlangsungan ekosistem.
“Lalu minyak jelantah yang dibuang sembarangan tentunya berdampak besar, karena tidak bisa hilang dan akan terus ada di lingkungan,” tegasnya.
Apresiasi setinggi-tingginya datang dari jajaran Dinas Pendidikan Kota Depok. Kabid Pendidikan SD, Raden Muchamad Zakkya Fauzan, menyatakan bahwa Sera Mijel adalah program yang patut dijadikan contoh. Tentunya tidak hanya merambah ke sekolah saja, diharapkan bisa ke seluruh masyarakat.

“Harapan ini mengindikasikan potensi besar program ini untuk dikembangkan secara lebih masif, menjangkau tidak hanya lingkungan sekolah tetapi juga rumah tangga di seluruh komunitas, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara lebih luas,” tuturnya.
Gerakan Sera Mijel K3SD Cimanggis telah menancapkan tonggak penting. Program ini berhasil menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan yang aplikatif, didukung kolaborasi yang solid, dapat menghasilkan perubahan nyata. Pengumpulan ribuan liter minyak jelantah ini adalah bukti awal bahwa upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan dimulai dari langkah-langkah sederhana yang terorganisir dengan baik. (*)
