Jabaran.id – SMPN 1 Depok yang dikenal sebagai sekolah berbasis kesenian di Kota Depok, kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP tingkat Kota Depok. Sekolah ini berhasil mengamankan total lima prestasi sekaligus, sebuah pencapaian yang menegaskan posisinya sebagai salah satu gudang talenta seni di wilayah tersebut.
Kepala SMPN 1 Depok, Iip Saripah, mengungkapkan rasa bangganya atas raihan yang diperoleh para siswanya. Dimana, SMPN 1 Depok yang merupakan sekolah berbasis kesenian di Kota Depok, berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang FLS3N jenjang SMP tingkat Kota Depok.

“Total ada lima prestasi yang diraih dalam ajang tahunan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iip Saripah merinci bahwa dari lima prestasi tersebut, tiga di antaranya merupakan juara pertama, yakni Mendongeng yang diraih oleh Rinjani Kayana, lalu ada juara 1 pantomime, dan juara 1 kreativitas musik tradisional. Lalu untuk dua prestasi lainnya, yakni berhasil menjadi juara 2 tari kreasi, dan juara 3 solo vocal atas nama Zaneta Miracle.
Dengan raihan tiga juara pertama ini, SMPN 1 Depok mendapatkan hak istimewa untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Iip Saripah menjelaskan konsekuensi logis dari prestasi tersebut.

“Dengan begitu, tiga prestasi yang meraih juara 1, siswa SMPN 1 Depok akan menjadi wakil Kota Depok di ajang FLS3N jenjang SMP tingkat Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.
Tiga siswa yang dimaksud adalah Rinjani Kayana untuk kategori Mendongeng, juara pertama Pantomime, serta tim kreativitas musik tradisional yang juga keluar sebagai yang terbaik. Mereka kini bersiap untuk membawa nama harum Kota Depok ke kancah provinsi.
Iip Saripah juga menjelaskan bahwa perjalanan menuju tingkat provinsi tidak akan mudah, mengingat lawan yang akan dihadapi berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat.
“Tentunya siswa yang menjadi wakil Kota Depok akan mendapatkan pembinaan terlebih dahulu, karena akan berkompetisi dengan siswa-siswa terbaik dari kota atau kabupaten lain di Jawa Barat,” paparnya.

Pembinaan intensif tersebut, menurut Iip, akan mencakup penyempurnaan teknik, penguatan mental, serta pendalaman materi lomba agar para siswa tampil maksimal saat bertanding nanti.
“Kami akan memaksimalkan waktu yang ada dengan latihan tambahan dan evaluasi berkala,” tambahnya.
Dalam penjelasannya yang lebih komprehensif, Iip Saripah menekankan bahwa prestasi yang diraih tidak terlepas dari sinergi antara sekolah dan orang tua.
“Prestasi tersebut, tentunya tidak lepas dari peran orang tua dalam pembinaan. Karena untuk bisa meraih prestasi, perlu adanya Kerjasama antara pihak sekolah dengan orang tua,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan orang tua tidak hanya dalam bentuk moril, tetapi juga fasilitas latihan di rumah serta pendampingan saat persiapan lomba.
“Tanpa komunikasi yang baik dengan keluarga, akan sulit bagi siswa untuk membagi waktu antara belajar akademik dan berlatih seni. Karena itu kami selalu mengundang orang tua dalam setiap evaluasi perkembangan siswa,” jelas Iip. (*)
