Jabaran.id – Ratusan siswa SDN Sukmajaya 1 mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah yang mengusung tema “Indahnya Akhlak Mulia, Bahagia Hidup Berbagi, Mewujudkan Anak yang Beriman dan Bertakwa”. Kegiatan ini menghadirkan pendongeng Islami, Kak Oki, sebagai pembawa tausiah utama.
Kepala SDN Sukmajaya 1, Kokom Komala mengatakan, peringatan Maulid Nabi yang digelar setiap tahun ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sejak dini. Seluruh siswa kelas I hingga VI turut serta dalam kegiatan tersebut, menjadikan acara ini sebagai ajang edukasi spiritual yang menyenangkan.

Pemilihan metode pendongengan bukanlah tanpa alasan. Kegiatan ini dirancang agar pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan dengan cara yang lebih mudah dicerna oleh anak-anak.
“SDN Sukmajaya 1 mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah. Tema dalam kegiatan tersebut adalah indahnya akhlak mulia, bahagia hidup berbagi, mewujudkan anak yang beriman dan bertakwa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kokom Komala mengungkapkan bahwa komunikasi dan kerjasama yang baik antara seluruh elemen sekolah menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan tahunan ini. Sedangkan yang memberi tausiah dalam kegiatan tersebut adalah seorang pendongeng Islami, yakni Kak Oki.
“Dimana Kak Oki menceritakan tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW bersama sahabat-sahabatnya. Melalui cerita-cerita inspiratif tentang perjuangan Rasulullah dan loyalitas para sahabat, diharapkan siswa dapat meneladani sikap jujur, amanah, dan peduli terhadap sesama,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komite SDN Sukmajaya 1, Kartika Pratiwi, memaparkan bahwa partisipasi dalam acara ini mencapai 538 siswa yang terdiri dari kelas I hingga VI. Tidak hanya sebagai ajang seremonial, peringatan Maulid kali ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa penggalangan infak dari para siswa.
“Siswa kelas I – VI ada juga pemberian infak dari siswa yang disalurkan ke BMH dan disalurkan ke NTT melalui Lembaga BMH ini menjadi wujud nyata pengamalan nilai berbagi yang diajarkan oleh Rasulullah,” ungkap Kartika Pratiwi.

Kartika Pratiwi juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan agenda pendidikan karakter ini. Dukungan penuh dari komite dan kerja sama dengan Koordinator Kelas (Koorlas) turut memastikan kelancaran acara. Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan kegiatan edukasi tidak terlepas dari sinergi antara sekolah, orang tua, dan instansi terkait.
“Kerjasama juga dengan koorlas. Ini bentuk adalah dukungan dari sekolah,” tambahnya.
Dalam tausiahnya, Kak Oki menyampaikan beberapa fakta menarik tentang kehidupan Nabi Muhammad yang jarang diketahui anak-anak. Ia menceritakan bagaimana Rasulullah dikenal sebagai sosok yang paling jujur bahkan sebelum diangkat menjadi nabi, hingga mendapat gelar Al-Amin. Sifat-sifat mulia seperti kesabaran saat dihina oleh penduduk Thaif, serta kasih sayangnya kepada anak-anak dan hewan, menjadi bagian dari cerita yang dibawakan dengan apik. Hal ini sejalan dengan tujuan sekolah untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat sesuai tuntunan agama. (*)
