HomeNewsNovi Anggriani : Butuh Keserius Stakeholder Tangani Tawuran di Depok

Novi Anggriani : Butuh Keserius Stakeholder Tangani Tawuran di Depok

Jabaran.id – Pemerhati perempuan dan anak asal Depok Novi Anggriani mengatakan Depok sudah darurat tawuran, sehingga perlu keseriusan stakeholder untuk menangkal kenakalan remaja tersebut.

Hal tersebut disampaikan Novi usai mendapat laporan tawuran remaja yang terjadi di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok, Jumat malam, 31 Oktober 2025.

“Saya baru tahu, ada lagi tawuran, itu yang paling baru semalam, bahkan sampai ada korban luka dan harus dilarikan ke rumah sakit,” kata Novi, Sabtu, 1 November 2025.

Menurut Novi, masa remaja merupakan periode transisi dari anak-anak menuju dewasa, sehingga mereka akan secara aktif mencari jati diri melalui berbagai perubahan fisik, psikis, sosial, dan kognitif.

- Advertisement -

‘Nah, masa pencarian ini sering kali memicu krisis identitas, karena mereka mencoba hal-hal baru untuk mengetahui minat, nilai, dan tujuannya,” tutur Novi.

Untuk menemukan jati diri, lanjut Novi, remaja perlu mengenali diri sendiri, seperti bakat, kepribadian dan lainnya.

“Namun, periode ini jika tidak diawasi dan diarahkan, mereka yang berada di lingkungan negatif, pasti akan terpapar, misalnya tawuran, narkoba, bahkan seks bebas,” jelas Novi.

Karenanya, lanjut Novi, pada periode ini, selain orang tua dan keluarga di rumah, pemerintah juga harus membuat kebijakan yang serius.

“Ya bukan buat kebijakan dan diterapkan di minggu pertama aja ya, tapi harus benar-benar serius dijalankan,” tegas Novi Anggriani.

Founder NADI Center ini mengambil contoh pembatasan jam malam bagi pelajar, ia menilai kebijakan ini berjalan efektif.

“Namun, ini juga perlu keseriusan dan berjalan kontinu ya, kalau cuma seminggu aja jalannya, ya seminggu itu saja pelajar tidak akan keluyuran di malam hari,” terang Novi.

Lebih lanjut Novi mengatakan, yang paling utama pun tetap pada pengawasan orang tua dan keluarga, karena itu adalah pondasi utama dalam membentuk karakter remaja.

“Di keluarga itu pun harus bisa tercipta lingkungan yang harmonis dan suportif, komunikasi yang terbuka, pemberian teladan yang baik, pengawasan yang tepat, serta penanaman nilai moral dan agama. Orang tua pun harus tegas untuk membatasi jam bermain anak-anak mereka,” ucap Novi Anggriani.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here