Jabaran.id – Sekolah Nasional Plus (NP) Tunas Global Depok memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan khidmat dalam sebuah acara yang dihadiri oleh segenap guru dan karyawan. Acara yang melibatkan para pendidik dari tingkat KB/TK, SD, hingga SMP tersebut menghadirkan Ustad Ahmad Yudana sebagai penceramah untuk memperdalam makna kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, Ustad Ahmad Yudana mengawali penjelasan dengan menyoroti hakikat kelahiran Rasulullah yang tidak bergantung pada manusia atau hal apapun lainnya. Beliau menyampaikan bahwa tanggal 12 Rabiul Awal, yang awalnya tidak dianggap spesial, kemudian berubah menjadi sebuah momen yang luar biasa seiring dengan dilahirkannya Nabi Muhammad SAW ke dunia.

“Lahirnya 12 Rabiul Awal yang tadinya dianggap tidak spesial, kini menjadi sebuah momen yang luar biasa, karena Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia pada hari itu,” ujar Ustad Ahmad Yudana.
Ia menambahkan bahwa di antara bulan-bulan lainnya yang telah memiliki momen istimewa dalam agama Islam, Rabiul Awal memiliki satu keistimewaan tunggal, yaitu kelahiran Sang Nabi.
Penceramah lebih lanjut memaparkan asal-usul kemuliaan Rasulullah. Ditegaskannya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang mulia, yang dilahirkan dari seorang Ibu yang juga mulia dengan landasan iman dan ketakwaannya. “Rasulullah mulia juga karena dimuliakan oleh Dzat yang sangat mulia,” tambahnya, menekankan bahwa kemuliaan Nabi bersumber langsung dari Allah SWT.

Ustad Ahmad Yudana juga menyampaikan fakta spiritual mengenai nama Rasulullah yang sudah tercatat di surga bahkan sebelum beliau dilahirkan ke dunia. Dalam penuturannya, disebutkan bahwa memanggil nama-nama Rasulullah dalam shalat merupakan bagian dari rukun dalam ibadah Haji.
“Dengan menyebutkan Rasulullah akan dibawah oleh Allah SWT,” jelasnya.
Ceramah ditutup dengan pesan bahwa Rasulullah senantiasa menunjukan jalan yang lurus kepada sahabat-sahabatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perayaan Maulid Nabi di lingkungan sekolah ini tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat keteladanan dan nilai-nilai spiritual bagi tenaga pendidik. (*)
