Jabaran.id – Sebanyak 140 siswa-siswi kelas V dan VI SDN Baktijaya 5 mengikuti perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) yang digelar di lingkungan sekolah. Kegiatan yang dipenuhi dengan rangkaian acara seperti pentas seni, api unggun, dan jelajah kota ini dirancang bukan hanya untuk kesenangan, tetapi sebagai media pembelajaran karakter untuk melatih kedisiplinan dan kemandirian siswa.
Kepala SDN Baktijaya 5, Sri Lestari, menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan perkemahan ini terletak pada proses pembelajaran hidup yang langsung dipraktikkan oleh siswa.

“Ini adalah kegiatan yang bisa melatih kedisiplinan dan kemandirian siswa. Karena selama menginap di sekolah, mereka harus mengurus dirinya sendiri. Selain itu, mereka juga belajar bersosialisasi dengan teman-temannya,” ujar Lestari saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih jauh, Lestari menjelaskan bahwa seluruh rangkaian aktivitas dalam Perjusa ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai luhur Dasa Darma Pramuka kepada para peserta.
“Melalui kegiatan seperti mengatur perlengkapan sendiri, bekerja sama dalam tim saat jelajah kota, hingga berbagi dalam api unggun, kami ingin setiap anak tidak hanya hafal tetapi menghayati dan mengamalkan Dasa Darma itu. Mulai dari menjadi pribadi yang bertakwa, hingga cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Semua nilai itu terintegrasi dalam setiap kegiatan,” paparnya.
Pendapat senada disampaikan oleh Ketua Kwaran (Kwartir Ranting) Kecamatan Sukmajaya, Maman Sutarman, yang menyoroti peran gerakan Pramuka dalam membentuk profil generasi muda Indonesia.

“Pramuka siap menjadi pemimpin dan dipimpin. Membantu dalam kegiatan sosial. Cinta tanah air dan bangsa. Bekerjasama atau berkolaborasi,” tegas Maman.
Ia menambahkan bahwa esensi dari setiap kegiatan kepramukaan, termasuk Perjusa, adalah membentuk karakter yang unggul. Menekankan bahwa nilai-nilai kepemimpinan, kebersamaan, dan cinta tanah air adalah pondasi yang ditanamkan sejak dini.
“Terus melatih diri menjadi lebih baik, berguna untuk nusa dan bangsa serta agamanya. Menjadi generasi emas yang unggul,” tuturnya.
Antusiasme terpancar dari seluruh peserta yang dengan penuh semangat mengikuti setiap mata acara. Kegiatan jelajah kota melatih kecerdasan spasial dan kerja tim, pentas seni mengasah kepercayaan diri dan kreativitas, sementara momen api unggun menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan yang erat.
“Keberhasilan penyelenggaraan Perjusa di SDN Baktijaya 5 ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai sebuah acara seremonial, tetapi menjadi batu pertama dalam pembentukan karakter siswa menuju Generasi Emas Indonesia yang unggul, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa di masa depan,” katanya. (*)
