Jabaran.id – Ratusan siswa SMPN 23 Depok mengikuti kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 16 hingga 17 Oktober 2026. Kegiatan yang terintegrasi dalam program kokurikuler dengan dimensi kepemimpinan ini bukan sekadar kegiatan berkemah biasa, melainkan sebuah upaya sistematis sekolah dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berjiwa pemimpin.
Wakil Kesiswaan SMPN 23 Depok, Atiek Indriani, menjelaskan bahwa Perjusa merupakan bagian tak terpisahkan dari program sekolah yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang termasuk dalam program sekolah, dan terintegrasi dalam kegiatan kokurikuler dengan dimensi kepemimpinan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Perjusa tahun ini diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin Pembimbing Gugus Depan SMPN 23 Depok, Sukmawaty Zulkifli. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika mereka diajak melakukan tracking menyusuri hutan jambore, sebuah aktivitas yang tidak hanya menguji fisik tetapi juga melatih ketelitian dan kerja sama tim.
“Setelah upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan tracking ke hutan jambore,” tambah Atiek.
Tidak berhenti di situ, para peserta kemudian dibekali dengan materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Materi ini dinilai krusial untuk membekali siswa dengan keterampilan hidup dasar yang bermanfaat dalam situasi darurat.
Memasuki malam hari, suasana perkemahan semakin semarak dengan digelarnya api unggun. Momen ini menjadi ajang kreativitas bagi setiap kelas, di mana para murid dituntut untuk menampilkan pertunjukan terbaik mereka.
“Malamnya adalah api unggun dimana murid-murid harus menampilkan pertunjukan setiap kelas,” ungkap Atiek menggambarkan kemeriahan malam tersebut.

Memasuki hari kedua, kegiatan tetap berjalan dengan penuh energi. Selain menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing, para peserta mengikuti senam pagi dan berbagai permainan team building yang dirancang untuk mempererat kolaborasi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Sukmawaty Zulkifli selaku Pembimbing Gugus Depan.
“Dihari kedua peserta selain beribadah menurut agamanya masing-masing, dilaksanakan juga senam pagi dan games team building, dan terakhir penutupan kegiatan, yang kembali ditutup oleh Sukmawaty Zulkifli,” terang Atiek.
Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini cukup beragam. Atiek merinci bahwa peserta utama adalah murid kelas VII sebanyak 205 orang, yang didampingi oleh Pramuka Dewan Penggalang dari murid kelas VIII sebanyak 12 orang, serta para panitia guru dan pembina pramuka.
“Adapun peserta yang ikut adalah murid kelas VII yang terdiri dari 205, serta pramuka dewan penggalang yang terdiri dari murid kelas VIII sebanyak 12 orang, serta panitia guru dan pembina pramuka,” paparnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 23 Depok, Sukmawaty Zulkifli, membeberkan tujuan mulia di balik terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Perjusa dirancang untuk menumbuhkan berbagai aspek positif dalam diri siswa.
“Tujuan dari kegiatan ini antara lain menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, kolaborasi, life skill, cinta alam dan lingkungan, serta membangun jiwa kreatif dan inovatif,” tutur Sukmawaty.
Lebih lanjut, Sukmawaty berharap agar kegiatan ini mampu membentuk karakter kepemimpinan murid, terutama dalam hal memimpin diri sendiri.
“Harapannya murid-murid terbentuk karakter kepemimpinan terutama dalam memimpin dirinya sendiri, memiliki ketahanan fisik yang lebih baik serta mental yang tangguh dalam menghadapi tantangan dan tekanan,” ujarnya penuh harap.
Selain itu, Sukmawaty juga menekankan pentingnya sinergi antar angkatan dalam kegiatan ini. Menurutnya, keterlibatan kakak kelas sebagai Dewan Penggalang menciptakan kolaborasi positif yang menguntungkan semua pihak.
“Terjalinnya sinergi antar angkatan dengan adanya kolaborasi positif antara murid kelas IX, dan juga keterikatan antara murid dan guru selain pembelajaran di kelas,” pungkasnya. (*)


