Jabaran.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurussalam yang berlokasi di Jalan Madrasah RT.1/5, Kp. Panggulan, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, menggelar perhelatan akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Tahun ini, peringatan yang sarat makna Islami tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan Milad ke-10 lembaga pendidikan Islam tersebut. Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri oleh ratusan jamaah dan sejumlah pejabat terkemuka.
Pimpinan Ponpes Nurussalam, Buya H. Effendi, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat peringatan Maulid Nabi. Buya menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar ritual seremonial, tetapi sebuah momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi sesuatu yang spesial karena kita tidak hanya mengingat hari kelahiran manusia teragung, Baginda Nabi Muhammad SAW, tetapi lebih dari itu, kita berusaha untuk mengambil intisari dari perjalanan hidup (sirah) beliau,” ujar Buya H. Effendi dengan khidmat.
Buya menjelaskan lebih detail, makna Maulid Nabi yang paling utama adalah untuk memperkuat kecintaan (mahabbah) kita kepada Rasulullah. Kecintaan itu kemudian harus diwujudkan dalam meneladani akhlak beliau yang mulia, seperti kejujuran (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan (tabligh), dan kecerdasan (fathonah).
“Dalam konteks kekinian, semangat Maulid harus menjadi penggerak untuk membangun peradaban yang lebih baik, penuh toleransi, dan mengedepankan persaudaraan (ukhuwah), baik sesama muslim maupun dengan seluruh umat manusia,” katanya.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh syukur tersebut semakin meriah dengan kehadiran penceramah kondang, Ustad Koko Liem, seorang dai yang kerap muncul di beberapa stasiun televisi nasional. Kehadirannya berhasil memukau dan menyentuh hati jamaah dengan wejangan spiritual yang disampaikan secara lugas dan menghibur.

Tampak hadir memberikan dukungan sejumlah tamu undangan terhormat, antara lain Dirjen Polpum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar Baharuddin, Kapolsek Bojongsari Fauzan Thohari, Camat Sawangan Anwar Nasihin, Lurah Pengasinan Ari Andriana Wijaya, serta Tokoh Masyarakat, KH. Ahsan Sonhaji, Komite Ponpes Nurussalam, dan ulama setempat. Kehadiran mereka menandakan dukungan kuat dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah terhadap peran Ponpes Nurus Salam dalam membina umat.
Momentum Milad ke-10 ini tidak hanya menjadi refleksi atas perjalanan satu dekade ponpes tersebut, tetapi juga menjadi pijakan untuk melangkah lebih maju. Buya H. Effendi menyampaikan harapan besarnya untuk masa depan Ponpes Nurussalam.
“Atas nama keluarga besar Ponpes Nurussalam, kami mengucapkan syukur alhamdulillah atas rahmat Allah SWT yang telah mengizinkan kita merayakan Milad ke-10 ini. Peringatan Maulid Nabi dan Milad ke-10 ini adalah dua keberkahan yang menyatu. Harapan kami, di usia yang kesepuluh ini, Ponpes Nurussalam dapat terus berkembang, tidak hanya secara fisik tetapi lebih dalam lagi dalam hal kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Kami bertekad untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual (fathonah) tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara, mengikuti jejak keteladanan Nabi kita, Muhammad SAW,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh tamu undangan. Itu adalah simbolis dari bentuk syukur telah 10 tahun berdirinya Ponpes Nurussalam. (*)
