Jabaran.id – SMPN 26 Depok telah menggelar acara puncak Bulan Bahasa 2025 dengan tema ‘Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju’ pada Senin 3 November 2025. Kegiatan ini menandai klimaks dari serangkaian perlombaan yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 13 Oktober 2025, menyatukan seluruh siswa dalam semangat mencintai dan melestarikan bahasa nasional.
Wakil Kesiswaan SMPN 26 Depok, Fatkhurrahman Eddy Wiyono, menjelaskan rincian kegiatan yang diselenggarakan. Lomba digelar untuk mengasah kemampuan berbahasa dan kreativitas siswa, meliputi Story Telling, Essay Writing Text, Speech Contest, Cipta Puisi, Cipta Cerpen, Cipta Pantun, Membaca Puisi, dan Kawih.

“Sebelumnya diadakan berbagai macam perlombaan yang digelar pada 13 Oktober 2025. Jadi kegiatan pada 3 November 2025 ini adalah acara puncaknya,” ujarnya.
Mengenai sistem kompetisi, Fatkhurrahman menjelaskan, untuk kawih lombanya diadakan pertingkat kelas. Sedangkan untuk lomba yang lainnya dilombakan dengan persaingan dengan semua tingkat kelas. Struktur ini memungkinkan siswa dari berbagai jenjang kelas untuk berkompetisi secara sehat dan saling mengapresiasi bakat.
“Di acara puncaknya ada pengumuman para pemenang dan juga penampilan siswa yang tentunya berkaitan dengan Bulan Bahasa,” tambah Fatkhurrahman.

Berbagai penampilan seni dari siswa-siswa SMPN 26 Depok ditampilkan untuk merayakan kekayaan bahasa dan budaya Indonesia.
Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Bulan Bahasa ini. Ia menekankan pentingnya kegiatan semacam ini dalam membangun karakter dan kecintaan siswa terhadap bahasa Indonesia.
“Penguasaan bahasa Indonesia yang baik merupakan fondasi essential untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat, sesuai dengan tema yang diusung dalam perhelatan tahun ini,” jelasnya.

Sujai menjelaskan, melalui kegiatan Bulan Bahasa ini, SMPN 26 Depok tidak hanya mengembangkan kompetensi berbahasa siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap bahasa persatuan.
“Beragam lomba dan penampilan seni yang diselenggarakan menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap kekayaan bahasa Indonesia,” katanya. (*)
