Jabaran.id – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMPN 16 Depok kembali menggelar kegiatan Ramadan School atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Kilat (Sanlat). Mengusung tema “Ramadan: Upgrade Diri, Upgrade Prestasi”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter bagi para siswa di tengah ibadah puasa.
Kegiatan berlangsung pada 2–6 Maret dan 13 Maret 2026 ini melibatkan seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Dengan sistem pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan jenjang kelas, para siswa kelas VII dan IX akan mengikuti kegiatan pada pukul 06.30 hingga 09.30 WIB, sementara kelas VIII dijadwalkan pada pukul 10.15 hingga 13.30 WIB.

Ketua Pelaksana Ramadan School 2026, Siti Fatimah menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya sekolah dalam membimbing siswa memaknai puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga.
“Shaum atau puasa yang dikehendaki dalam Al-Qur’an bukan hanya sebatas menahan rasa haus dan lapar, lebih dari itu dengan puasa manusia mampu menahan dirinya dari perbuatan dosa serta dapat meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.
Guru Pendidikan Agama Islam ini menambahkan bahwa bulan Ramadan adalah momentum tepat bagi generasi muda untuk memperbaiki diri. Ia mengutip firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183 yang menjadi landasan utama pelaksanaan kegiatan ini.
“Allah berfirman bahwa diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat sebelum kamu agar kamu bertakwa. Maka kami ingin siswa tidak hanya menjalankan kewajiban, tapi juga meraih derajat takwa melalui pemahaman yang utuh tentang ibadah di bulan suci,” imbuhnya.
Siti Fatimah memaparkan bahwa materi yang akan disampaikan selama enam hari pertemuan mencakup lima pokok bahasan utama. Pertama, Tauhid atau keesaan Allah sebagai fondasi utama keimanan. Kedua, keutamaan puasa Ramadan yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang keistimewaan ibadah di bulan suci. Ketiga, makna sholat wajib lima waktu yang selama ini mungkin hanya dijalankan sebagai rutinitas.

“Kami juga akan membekali siswa dengan materi adab dan etika Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mereka bersikap kepada orang tua, guru, teman, dan lingkungan. Ini penting agar nilai-nilai Islam tidak hanya di masjid, tapi juga di kelas dan di rumah,” terang Noor Faridah.
Materi kelima yang tak kalah penting adalah Sirah Nabawiyyah atau sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW, yang sarat dengan teladan dan hikmah.
“Kami bagi per sesi dengan metode yang interaktif. Tidak hanya ceramah, tapi juga diskusi dan praktik ibadah. Jadwal terlampir dalam program kerja, dan kami pastikan semua berjalan kondusif,” ungkapnya.
Para pemateri yang akan mengisi kegiatan ini berasal dari kalangan guru SMPN 16 Depok. Dengan kompetensi yang mumpuni di bidangnya, mereka diharapkan mampu menyampaikan materi secara aplikatif dan mudah dipahami oleh siswa.
“Kami libatkan guru-guru yang memang memiliki latar belakang keagamaan kuat. Mereka tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi teladan bagi siswa,” ujar Siti Fatimah.
Kepala UPTD SMP Negeri 16 Depok, Agus Purwanto, menegaskan bahwa Ramadan School tahun ini memiliki semangat yang berbeda. Dengan tema ‘Upgrade Diri, Upgrade Prestasi’, pihak sekolah ingin menanamkan kesadaran bahwa peningkatan iman dan takwa harus berjalan beriringan dengan semangat meraih prestasi akademik.
“Kami ingin siswa menjadikan Ramadan sebagai titik balik. Bukan hanya berhenti pada kegiatan ibadah ritual, tapi juga bagaimana semangat belajar tetap menyala. Ini sejalan dengan visi sekolah untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi,” jelas Agus Purwanto.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk siswa yang berdisiplin dalam beribadah. Melalui rangkaian materi yang disampaikan, para siswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Membentuk akhlakul karimah itu tidak instan. Butuh proses dan pembiasaan. Ramadan School ini adalah salah satu sarana pembiasaan itu,” tambahnya.
Kegiatan Ramadan School di SMPN 16 Depok ini juga menjadi bukti komitmen sekolah dalam mengisi bulan suci dengan aktivitas positif. Di tengah maraknya pengaruh negatif media sosial dan pergaulan bebas, sekolah berupaya menjadi benteng moral bagi generasi muda. Agus Purwanto berharap, kegiatan ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mengelola program keagamaan di bulan Ramadan.
“Kami ingin anak-anak pulang ke rumah dengan pemahaman baru tentang Islam yang lebih baik. Bukan Islam yang kaku, tapi Islam yang membawa kedamaian dan semangat berkarya,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa yang non muslim juga mengikuti kegiatan sesuai dengan agamanya masing-masing bersama dengan guru-gurunya. (*)
