Jabaran.id – Menyambut bulan suci Ramadan, SMPN 13 Depok menggelar serangkaian kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam di kalangan siswa. Selain mengadakan Pesantren Kilat (Sanlat) yang diikuti oleh ribuan siswa, sekolah ini juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok untuk menyalurkan zakat fitrah serta menggelar aksi sosial bagi siswa yang membutuhkan.
Kegiatan Sanlat berlangsung selama dua hari, tepatnya pada tanggal 26 dan 27 Februari 2026. Acara ini diikuti oleh sekitar 1.150 siswa muslim di SMPN 13 Depok. Ketua Panitia Sanlat sekaligus Guru Pendidikan Agama Islam, Asyikin, menjelaskan bahwa selama dua hari tersebut, para siswa tidak mengikuti mata pelajaran umum, melainkan difokuskan untuk memperdalam ilmu agama.

“Kami memberikan materi yang mencakup lima aspek penting dalam pendidikan Islam, yaitu Alquran, akhlak atau budi pekerti, ibadah, dan sejarah kebudayaan Islam,” ujar Asyikin.
Dalam penyampaian materi sejarah kebudayaan Islam, panitia memutar video inspiratif tentang perjuangan para sahabat Nabi Muhammad SAW. Materi ini diharapkan dapat memberikan teladan bagi siswa dalam mempertahankan keimanan.
“Kami memutarkan video tentang kisah Bilal bin Rabah dan Uwais al-Qarni. Keduanya adalah sahabat Nabi yang memiliki keteguhan hati luar biasa dalam mempertahankan keislaman mereka di tengah berbagai cobaan,” tambah Asyikin.
Lebih lanjut, Asyikin menerangkan bahwa rangkaian kegiatan keagamaan di SMPN 13 Depok tidak hanya terbatas pada Sanlat. Pihak sekolah telah menjadwalkan kegiatan rutin sepanjang bulan Ramadan.
“Setiap pagi, sebelum memulai aktivitas belajar, para siswa melaksanakan tadarus Alquran secara bersama-sama. Ini adalah pembiasaan baik yang terus kami lestarikan,” jelasnya.
Selain tadarus, SMPN 13 Depok juga menunjukkan kepedulian sosialnya melalui program pengumpulan dan penyaluran zakat. Asyikin menegaskan bahwa pihak sekolah bekerja sama dengan Baznas Kota Depok untuk memastikan penyaluran zakat tepat sasaran.
“Kami mengadakan kegiatan infak yang bekerja sama dengan Baznas Kota Depok. Nantinya, zakat fitrah yang terkumpul akan disalurkan kembali, salah satunya kepada siswa yang berhak menerimanya. Semua proses ini kami koordinasikan dengan Baznas Kota Depok agar pengelolaannya sesuai syariat dan tepat guna,” terangnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 13 Depok, Farida Nurbaiti, menambahkan bahwa program Sanlat ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan di bulan Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menggali ilmu keagamaan secara lebih luas di luar kurikulum formal.
“Sanlat ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali ilmu keagamaan secara luas. Selama dua hari pelaksanaan Sanlat, kami memfokuskan pada pendalaman ilmu agama, sehingga tidak ada mata pelajaran umum yang diajarkan,” ungkap Farida Nurbaiti.
Ia juga memaparkan bahwa upaya pembentukan karakter religius siswa tidak hanya dilakukan saat Ramadan, melainkan juga melalui program pembiasaan harian di luar bulan suci. Farida menjelaskan bahwa sekolah secara konsisten membiasakan siswa untuk melaksanakan salat Duha berjamaah, membaca doa, serta membaca surat-surat Alquran secara bersama-sama.
“Kami juga selalu mengadakan salat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ini semua adalah bagian dari upaya kami untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam keseharian siswa,” paparnya.
Menyambut bulan penuh ampunan ini, SMPN 13 Depok juga berencana menggelar aksi bakti sosial (baksos) sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Farida Nurbaiti menyebutkan bahwa baksos tersebut akan menyasar siswa-siswi dari keluarga kurang mampu.
“Di momen Ramadan ini, selain Sanlat dan zakat, kami juga akan melakukan kegiatan bakti sosial. Nantinya, kami akan membagikan sembako kepada siswa fakir miskin yang ada di lingkungan sekolah. Ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai keislaman yang kami ajarkan, yaitu berbagi dan peduli terhadap sesama,” tutup Farida Nurbaiti. (*)
