Jabaran.id – Sebanyak 46 siswa kelas VI SD Nasional Plus (NP) Tunas Global resmi dilepaskan dalam acara pelepasan tahun pelajaran 2025/2026. Angkatan ke-14 ini mengusung nama Custos Acacia, sebuah simbol yang sarat makna tentang peran pelindung dan keteguhan hati.
Kepala SD NP Tunas Global, Muhammad Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa kelulusan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan puncak dari perjalanan panjang enam tahun yang penuh dinamika.

“Bukan hanya kelulusan, ini adalah proses enam tahun menuju kelulusan. Mereka diawali dengan bersekolah di masa Covid-19, tentu dengan situasi itu semua harus dijalani dengan keteguhan hati,” ujar Muhammad Taufiqurrahman.
Ia menambahkan bahwa kini para siswa telah menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan saat pertama kali menginjakkan kaki di bangku sekolah dasar.
“Kini mereka sudah lebih matang, percaya diri, dan siap untuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Selama enam tahun dengan segala dinamikanya, untuk cerita kita nanti,” ungkapnya.
Nama angkatan Custos Acacia dipilih dengan sengaja. Custos* bermakna pelindung dan penjaga, sementara Acacia atau pohon akasia melambangkan kekuatan, kemampuan beradaptasi, keteguhan, serta kesiapan pantang menyerah. Seluruh 46 siswa tersebut terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel).
Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Mandiri Tunas Global, Eppy S. Rahman, menyoroti pentingnya proses dalam tumbuh kembang anak, bukan semata hasil akhir.
“Terkadang ingin hasil yang luar biasa, tapi lupa dengan prosesnya. Siswa diberikan agenda untuk mencatat apa yang dibutuhkannya, tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi ketekunan, daya juang dan lainnya, dan salah satunya memperbaiki diri,” jelas Eppy.
Dia menegaskan bahwa ketidaksempurnaan bukanlah sebuah kegagalan, selama seseorang memiliki kemauan untuk berbenah.
“Siswa boleh tidak sempurna, tetapi dia harus memiliki kemampuan memperbaiki diri. Masa depan tidak dimenangkan oleh mereka yang cerdas, sering kali masa depan dimenangkan oleh mereka yang lebih tekun, lebih sabar, lebih belajar. Jangan takut pada proses. Jadi latihanlah terus sepanjang hari,” tambahnya.
Lebih jauh, Eppy mengingatkan bahwa pertumbuhan fisik anak adalah hal yang alami, namun yang sesungguhnya membutuhkan perjuangan adalah pembangunan karakter melalui kebiasaan baik.
“Bukan membuat anak bertumbuh semata, karena itu sudah naturalnya mereka, manusia selalu tumbuh. Yang sulit bagi orang dewasa, latihan dan belajar dari kegagalan serta memahami proses panjang dibutuhkan dalam pertumbuhan mereka,” pungkasnya.
Pengawas SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Tuti Suparyanti, memberikan apresiasi terhadap hubungan yang terjalin antara pihak sekolah dan orang tua di SD NP Tunas Global. Karena dengan kolaborasi yang baik, tentu tujuan pendidikan akan tercapai.
“Kolaborasi dan harmonisasi antara sekolah dan orang tua, dan itu sudah terjalin di SD NP Tunas Global,” kata Tuti. (*)
