Jabaran.id – Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Beji menggelar ajang Kemah Penggalang Beji II Tahun 2026 sebagai sarana pembentukan karakter dan pematangan potensi diri generasi muda di alam terbuka. Kegiatan berskala ranting ini dirancang khusus untuk mentransformasi para anggota Pramuka tingkat penggalang agar memiliki kedisiplinan tinggi, kecakapan hidup, serta ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ketua Kwaran Kecamatan Beji, Hoji, menjelaskan bahwa penyelenggaraan perkemahan ini menjadi wadah konkret bagi para peserta untuk menginternalisasi nilai-nilai dasar kepramukaan secara praktis dan menyenangkan.

“Kemah Penggalang Beji II Tahun 2026 merupakan kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, kerja sama, serta semangat kebersamaan para anggota Pramuka Penggalang. Kegiatan ini mengusung tema KAHIJI: Kreatif, Aktif, Handal, Inovatif, Juara, Integritas,” kata Hoji.
Hoji memaparkan lebih jauh bahwa akronim KAHIJI yang diambil dari bahasa Sunda yang berarti ‘kesatu’ atau ‘yang utama’ merefleksikan spirit unggul yang ingin ditanamkan kepada setiap anggota kepramukaan. Menurutnya, penanaman integritas dan kemandirian sejak usia penggalang sangat menentukan kualitas kepemimpinan para siswa saat terjun di tengah masyarakat kelak. Pendidikan di alam terbuka terbukti secara efektif melatih kepekaan sosial, ketahanan fisik, serta kemampuan pemecahan masalah (problem solving) secara kolaboratif.
Secara teknis, perkemahan berskala besar ini berhasil menjaring ratusan pelajar terbaik dari berbagai pangkalan sekolah di wilayah Kecamatan Beji untuk berpartisipasi aktif selama dua hari penuh.

“Kegiatan ini diikuti oleh 552 peserta Penggalang yang berasal dari pangkalan-pangkalan di wilayah Kwartir Ranting Beji, dengan didampingi oleh pembina dan pendamping masing-masing pangkalan,” ungkap Hoji.
Hoji menyampaikan fakta logis bahwa kehadiran 552 peserta bersama para pembina pendamping membuktikan besarnya antusiasme serta komitmen sekolah-sekolah di Kecamatan Beji dalam mendukung program pembentukan karakter berbasis luar ruangan. Tingginya partisipasi ini juga menjadi bukti bahwa kegiatan kepramukaan tetap menjadi salah satu ekstrakurikuler favorit yang paling efektif dalam mempererat tali persaudaraan antar-pangkalan di tingkat kecamatan.
“Kemah Penggalang Beji II dilaksanakan selama dua hari, yaitu Selasa sampai Rabu, 29 hingga 30 September 2026. Kegiatan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Apiari Ragunan, Jakarta Selatan,” terang Hoji.
Hoji menambahkan durasi dua hari satu malam dinilai sangat ideal bagi para penggalang untuk belajar mengelola kebutuhan pribadi secara mandiri, mulai dari mendirikan tenda, memasak, hingga menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

Dari sisi filosofi pelaksanaan, agenda tahunan Kwaran Beji ini tidak sekadar menjadi kegiatan rutin harian, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam pembinaan generasi muda.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah pembinaan bagi Pramuka Penggalang untuk mengembangkan potensi diri melalui pengalaman belajar di alam terbuka. Selain itu, kegiatan bertujuan menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, disiplin, gotong royong, kepemimpinan, kreativitas, dan integritas, sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka,” jelas Hoji.
Hoji memaparkan fakta ilmiah bahwa metode pendidikan kepramukaan (scouting method) yang memadukan alam terbuka dengan sistem beregu mampu mempercepat pematangan emosional anak usia remaja pertengahan. Interaksi langsung dengan alam terbuka melatih peserta untuk keluar dari zona nyaman, mengurangi ketergantungan pada gawai (gadget), serta membangun semangat gotong royong yang berlandaskan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Seluruh materi dan agenda yang disajikan kepada para peserta telah disusun secara sistematis agar dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai arti penting kepemimpinan.
“Kegiatan dilaksanakan melalui berbagai aktivitas kepramukaan dan pembinaan yang dikemas secara edukatif, aktif, dan menyenangkan. Peserta mengikuti kegiatan seperti penjelajahan alam, permainan edukatif, materi kepramukaan, kegiatan kerja sama, serta api unggun dan pentas seni. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menerapkan nilai-nilai kepramukaan serta mewujudkan semangat KAHIJI: Kreatif, Aktif, Handal, Inovatif, Juara, dan Integritas,” papar Hoji.
Hoji merinci bahwa keberadaan pos penjelajahan alam dan dinamika kelompok melatih kecakapan navigasi, pemetaan, serta pertolongan pertama pada kecelakaan.
“Sementara itu, malam keakraban yang diisi dengan penyalaan api unggun dan pertunjukan pentas seni berfungsi sebagai sarana penyaluran bakat seni, pembentukan rasa percaya diri, serta perayaan kebersamaan seluruh kontingen yang hadir,” pungkasnya. (*)


