Jabaran.id – Upaya memperluas cakrawala internasional dan mempererat hubungan lintas budaya terus konsisten dilakukan oleh SD Nasional Plus (NP) Tunas Global Depok. Sebanyak 43 siswa kelas VI SD NP Tunas Global Depok melaksanakan kunjungan edukatif ke Cikarang Japanese School (CJS).
Istitusi pendidikan ini berhasil menciptakan ruang dialog budaya yang dinamis. Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi medium bagi para siswa untuk menyelami nilai-nilai sosial dan tradisi bangsa Jepang secara langsung melalui interaksi yang intensif.

Kepala SD NP Tunas Global Depok, Muhammad Taufiqurahman, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk memberikan pengalaman empiris bagi siswa mengenai keragaman global. Menurutnya, pertemuan diawali dengan sesi perkenalan yang hangat, di mana siswa dari kedua sekolah dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil.
Dalam kelompok tersebut, mereka saling berbagi cerita mengenai latar belakang pribadi dan keseharian, yang secara tidak langsung melatih kemampuan berkomunikasi serta rasa percaya diri siswa di hadapan masyarakat internasional.
Lebih lanjut, Muhammad Taufiqurahman memaparkan bahwa salah satu daya tarik utama dalam kunjungan kali ini adalah kesempatan bagi siswa SD NP Tunas Global untuk menyaksikan dan mempelajari Taiko, seni musik perkusi tradisional Jepang yang identik dengan drum besar dan gerakan ritmis yang bertenaga. Beliau menekankan bahwa Taiko bukan sekadar alat musik, melainkan representasi dari disiplin, harmoni, dan semangat kerja sama tim yang menjadi fondasi budaya Jepang.
“Siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mendapat pendampingan langsung dari siswa Cikarang Japanese School untuk mencoba memainkan instrumen tersebut, menciptakan harmoni bunyi yang menyimbolkan kedekatan kedua bangsa,” katanya.
Sebagai bentuk pertukaran nilai, siswa SD NP Tunas Global Depok juga membawa unsur kearifan lokal Indonesia ke tengah lingkungan sekolah Jepang tersebut. Mereka memperkenalkan dan mendemonstrasikan permainan tradisional balap karung, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh siswa Cikarang Japanese School.
Muhammad Taufiqurahman menyampaikan bahwa pengenalan balap karung ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya permainan rakyat yang mengandalkan ketangkasan dan sportivitas.
“Melalui aktivitas ini, pengetahuan siswa menjadi lebih luas dalam aspek sosial karena mereka dapat mengamati secara langsung bagaimana cara anak-anak Jepang bergaul, bersosialisasi, dan menghargai nilai-nilai baru yang mereka temui,” ucapnya.
Program yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun bagi kelas VI ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan karakter siswa. Terdapat proses saling belajar di mana anak-anak Jepang menyerap nilai-nilai positif dari budaya Indonesia melalui interaksi dengan siswa SD NP Tunas Global, dan sebaliknya, siswa Depok mempelajari etos kerja serta kesantunan yang melekat pada anak-anak Jepang.
“Fakta bahwa pemahaman lintas budaya sejak dini sangat krusial di era globalisasi, karena dapat menumbuhkan rasa toleransi dan mengurangi hambatan komunikasi akibat perbedaan latar belakang nasionalitas,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Principal of Cikarang Japanese School, Tsujiguchi Yukie, memberikan apresiasi yang mendalam terhadap kunjungan ini. Ia menyatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk pertukaran budaya yang sangat baik karena memungkinkan kedua pihak untuk saling berjumpa dan memperkenalkan keunikan negara masing-masing secara langsung.
Tsujiguchi Yukie secara khusus menyoroti pengalaman siswa-siswanya saat mengenal permainan balap karung sebagai momen yang berkesan.
“Semoga hubungan baik yang telah terjalin antara SD NP Tunas Global Depok dan Cikarang Japanese School dapat terus berjalan secara berkelanjutan di masa depan guna mendukung pengembangan pendidikan yang berbasis pada wawasan keberagaman global,” ucapnya. (*)
