Jabaran.id – SD Perjuangan Terpadu kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan kepanduan. Sekolah ini sukses menyelenggarakan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang dibagi dalam dua gelombang, menyambut semangat Hari Pramuka dan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Ketua Kegiatan, Rahmawati, menjelaskan Perjusa SD Perjuangan Terpadu tahun ini dilakukan dalam 2 kegiatan. Perjusa kelas I-III pada tanggal 15-16 Agustus 2025. Sementara Perjusa kelas IV-VI dilaksanakan pada tanggal 22-23 Agustus 2025.

“Pembagian ini dinilai tepat untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan materi kegiatan dengan usia peserta didik,” katanya.
Rangkaian acara dibuka dengan semarak pada tanggal 15 Agustus 2025 melalui pawai kemerdekaan yang diikuti oleh seluruh siswa dari semua kelas, menebarkan aura nasionalisme di sekitar lingkungan sekolah. Rahmawati menambahkan bahwa “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pramuka dan HUT RI.”
Lebih dari sekadar perkemahan biasa, kegiatan ini dirancang untuk mengasah keterampilan dan kecakapan hidup (life skills) para siswa. “Dalam kegiatan ini selain pemberian materi kepanduan, juga ada lomba-lomba ketangkasan seperti membuat tandu, P3K, memecahkan sandi, dan lain-lain,” jelas Rahmawati. Berbagai lomba tersebut dirancang untuk melatih kerja sama, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan ketangkasan fisik anak-anak.
Puncak dari serangkaian acara Perjusa adalah api unggun yang penuh keceriaan. Momen ini menjadi ajang apresiasi dan pentas bakat.
“Kegiatan api unggun menampilkan para juara lomba dan berbagai atraksi menarik,” tutur Rahmawati.

Kepala SD Perjuangan Terpadu, Rita Marliana, menyambut antusias pelaksanaan Perjusa ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan manfaat mengikuti kegiatan pramuka.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang tertanam dalam kepramukaan seperti disiplin, kemandirian, kepemimpinan, dan rasa persatuan sangat relevan dalam membentuk generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Kegiatan seperti Perjusa ini, menurutnya, adalah laboratorium praktik yang ideal untuk menerapkan semua nilai teori yang diajarkan di dalam kelas.
“Melalui kegiatan yang terstruktur dan penuh makna ini, SD Perjuangan Terpadu tidak hanya ingin menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berbeda bagi siswanya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penguatan profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi bergotong royong, mandiri, dan kreatif,”. (*)
