Jabaran.id — Program Studi Fisioterapi Sekolah Vokasi UI (Universitas Indonesia) menggelar pelatihan pendampingan anak dengan cerebral palsy (CP) bagi orang tua dan pengasuh.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Rumah Cerebral Palsy (RCP) Depok dan Jakarta ini berfokus pada teknik handling serta aktivitas harian (Activities of Daily Living/ADL) agar perawatan anak lebih aman dan mandiri di rumah.
Pelatihan yang masuk dalam Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UI 2026 ini digelar dalam dua sesi, yakni daring pada Sabtu, 25 Juli 2026 dan luring pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Melalui program ini, para peserta dibekali teori hingga praktik langsung mengenai cara menjaga postur tubuh anak, mencegah deformitas, merangsang sensorimotor, dan meminimalkan risiko cedera saat beraktivitas.
Ketua Tim Pengabdi Utama Sekolah Vokasi UI, Dr. Aditya Denny Pratama, S.St.Ft., M.Fis., AIFO., menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam proses rehabilitasi anak di luar fasilitas kesehatan.
“Orang tua dan pendamping merupakan pihak yang paling sering berinteraksi dengan anak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat agar dapat mendampingi anak secara aman, nyaman, dan sesuai dengan kemampuan fungsionalnya,” kata Denny.
Denny menambahkan bahwa pendekatan yang diajarkan menekankan prinsip dasar, seperti penggunaan key points of control, menjaga postur tubuh, serta mengurangi bantuan secara bertahap.
“Kami berharap pelatihan ini dapat membantu keluarga membangun lingkungan rumah yang lebih mendukung proses tumbuh kembang dan kemandirian anak,” lanjutnya.
Materi pelatihan juga mengajarkan pendampingan aktivitas harian seperti makan, berpakaian, mandi, hingga berpindah posisi. Orang tua didorong untuk memberi ruang bagi anak mencoba beraktivitas sendiri terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan secara terukur.
Manfaat edukasi ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah seorang pengurus RCP Depok, Bunda Qonita, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan dorongan moral dan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, orang tua dan pendamping dapat memperoleh kepercayaan diri yang lebih besar dalam mendampingi anak dengan disabilitas. Anak-anak juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar melakukan berbagai aktivitas fungsional dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi semakin mandiri,” ungkap Bunda Qonita.
Ia optimistis penerapan teknik sederhana ini secara konsisten di rumah dapat meningkatkan kualitas hidup anak dan keluarga secara menyeluruh. Selain memperkuat peran keluarga, inisiatif Sekolah Vokasi UI ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
