HomePendidikanSMPN 16 Depok Ada Dua Sift Program Literasi, Semua Mata Pelajaran Partisipasi

SMPN 16 Depok Ada Dua Sift Program Literasi, Semua Mata Pelajaran Partisipasi

Jabaran.id – Dalam upaya meningkatkan minat baca dan pemahaman budaya lokal, SMPN 16 Depok secara konsisten menjalankan Program Pembiasaan Literasi yang dirancang khusus untuk menjangkau seluruh siswa, termasuk mereka yang belajar pada shift kedua.

Wakil Kesiswaan SMPN 16 Depok, Hamsin Indah Febianti, menjelaskan bahwa karena sekolah masih menerapkan sistem dua shift waktu belajar, maka program literasi tetap dilaksanakan juga untuk siswa yang masuk di shift kedua.

Program literasi SMPN 16 Depok 2

“Yakni siswa kelas VIII yang berjumlah sembilan rombongan belajar (rombel). Bedanya untuk program literasi di shift kedua ini, dilaksanakan sebelum siswa pulang sekolah,” kata Indah.

- Advertisement -

Sementara untuk siswa shift pertama, kegiatan literasi dilaksanakan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai.

Program yang telah berjalan rutin setiap pekan di hari Selasa ini diintegrasikan dengan jadwal mata pelajaran. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah untuk menjadikan literasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari seluruh disiplin ilmu.

“Program literasi disesuaikan dengan pembagian mata pelajarannya.Seluruh mata pelajaran dapat bagian tiap pekannya untuk program pembiasaan literasi,” paparnya.

Pada pelaksanaannya, tema yang diangkat beragam dan sarat akan nilai edukasi. Salah satu tema yang baru saja dibahas adalah kuliner khas Depok, yakni Dodol Depok. Yang menarik, proses pembelajaran tidak hanya sekadar mengetahui produknya, tetapi juga mendalami nilai budaya di dalamnya.

“Penjelasan tentang Dodol Depok dilakukan dengan menggunakan Bahasa Sunda,” ujar Indah.

Pendekatan multilingual ini tidak hanya memperkaya wawasan kuliner tetapi juga melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Melalui program ini, SMPN 16 Depok tidak hanya fokus pada kemampuan membaca siswa, tetapi juga membentuk karakter yang mencintai kearifan lokal dan memahami budaya sendiri dengan lebih baik. Program literasi yang komprehensif ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mengembangkan kemampuan literasi siswa yang holistic dan berwawasan kebudayaan. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here