Jabaran.id – Semangat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta komitmen untuk membentuk generasi berakhlak mulia menjadi napas utama dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi yang digelar oleh SMPN 16 Depok. Kegiatan yang melibatkan seluruh civitas akademika ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga diposisikan sebagai media penguatan karakter dan wawasan bagi siswa muslim.
Ketua Pelaksana kegiatan, Amri Rumbouw, menegaskan bahwa perayaan maulid merupakan warisan budaya dan keagamaan yang memiliki makna mendalam.

“Perayaan maulid menggambarkan eksistensi budaya lokal yang sarat dengan penanda keagamaan dan diwariskan secara turun-temurun pada suatu masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa momentum ini adalah bentuk konkret kecintaan umat Islam kepada Rasulullah. Salah satu cara untuk menunjukkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan selalu mengenang hari kelahiran beliau.
Tema yang diusung, ‘Meneladani Akhlak Rasulullah, Membentuk Remaja Berkarakter Mulia‘, menjadi panduan seluruh rangkaian acara. Amri menyampaikan harapan besarnya agar kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang istiqomah mengikuti ajaran Islam.
“Tercipta sebuah generasi yang selalu mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan senantiasa berusaha untuk menjadi pribadi muslim yang sesuai dengan harapan beliau. Dan akhirnya semoga kita semua dijadikan sebagai umat yang mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.
Pandangan senada disampaikan oleh Kepala SMPN 16 Depok, Agus Purwanto. Ia menekankan bahwa momen maulid harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan seremonial.
“Momen ini harus dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kecintaan muslim kepada Nabi Muhammad SAW,” tegas Agus.
Lebih jauh, ia memaparkan visi yang lebih luas di balik penyelenggaraan acara ini, yang terkait langsung dengan pembangunan potensi dan kemandirian umat Islam.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk untuk meningkatkan prestasi dan potensi umat islam yang akhirnya dapat menjadi umat yang kuat,” jelas Agus Purwanto.
Ia kemudian memperluas definisi ‘kuat’ yang dimaksud, yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya fisik saja, tetapi kuat dalam artian yang sangat luas yaitu kuat pengetahuannya, wawasan keilmuannya, ekonominya, dan semua aspek dalam kehidupan.
“Perayaan Maulid Nabi di SMPN 16 Depok dengan demikian tidak hanya berfokus pada pembentukan akhlak, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan ekonomi untuk menciptakan kemandirian dan kekuatan umat di masa depan,” katanya. (*)
