Jabaran.id – SDN Mekarjaya 31 baru saja merampungkan agenda rutin pasca-ujian melalui kegiatan class meet yang dikemas dalam bentuk turnamen futsal. Perhelatan yang berlangsung meriah ini melibatkan seluruh lapisan siswa, mulai dari jenjang kelas I hingga kelas VI, sebagai upaya sekolah dalam menyalurkan bakat non-akademik serta mempererat tali persaudaraan antar siswa.
Guru SDN Mekarjaya 31, Asep Irwan, menjelaskan bahwa pelaksanaan turnamen ini secara teknis dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan tingkatan kelas untuk menjaga ritme kompetisi yang seimbang. Kategori pertama diperuntukkan bagi siswa kelas I sampai dengan kelas III, sementara kategori kedua diisi oleh para siswa dari kelas IV hingga kelas VI. Tidak hanya melibatkan siswa laki-laki, sekolah juga memberikan ruang yang sama bagi siswa perempuan melalui turnamen kategori putri yang diselenggarakan secara terpisah di setiap jenjangnya.

Asep Irwan memaparkan bahwa rangkaian kegiatan ini memakan waktu selama tiga hari penuh, terhitung sejak tanggal 15 hingga 17 Desember 2025, dengan jadwal pertandingan yang padat namun tetap teratur. Menurutnya, kesuksesan acara ini tidak terlepas dari peran aktif komite sekolah yang memberikan dukungan penuh sehingga atmosfer pertandingan terasa sangat semarak bagi seluruh warga sekolah. Ia menambahkan bahwa kegiatan class meet tahun ini sengaja dirancang lebih inklusif agar setiap anak memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman bertanding di hadapan rekan-rekan mereka.
“Kegiatan ini merupakan momentum penting bagi siswa untuk melepas penat setelah menjalani masa ujian, sekaligus menjadi wadah bagi kami untuk melihat potensi atlet muda sejak dini. Dengan dukungan penuh dari komite sekolah, kami bisa menciptakan lingkungan kompetisi yang positif, aman, dan sangat meriah bagi anak-anak,” ujar Asep Irwan.
Kepala SDN Mekarjaya 31, Sutirah, menyampaikan alasan mendalam di balik pemilihan futsal sebagai cabang olahraga utama dalam class meet kali ini, yakni agar seluruh siswa dapat berpartisipasi secara aktif tanpa terkecuali. Kondisi fasilitas sekolah yang memiliki lapangan cukup luas menjadi faktor pendukung utama yang memungkinkan olahraga ini dijalankan secara maksimal oleh banyak peserta dalam waktu bersamaan.
“Nilai-nilai kerjasama tim dapat tertanam secara natural karena keberhasilan menjadi juara memerlukan kontribusi kolektif dari seluruh anggota tim, bukan sekadar kemampuan individu satu atau dua orang saja,” terangnya.

Sutirah menegaskan bahwa dalam sebuah tim futsal terdapat ekosistem pendukung yang krusial, mulai dari peran pelatih hingga pendamping yang memberikan arahan di pinggir lapangan. Lebih dari sekadar urusan olahraga, kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pihak sekolah dengan seluruh orang tua siswa yang telah memberikan dedikasi terbaiknya untuk menyukseskan acara. Baginya, turnamen ini adalah persembahan bersama dari orang tua dan guru untuk melatih kemampuan fisik serta mental tanding siswa agar mereka memiliki kepercayaan diri yang kuat dalam menghadapi tantangan di masa depan.
“Kami memilih futsal agar semua siswa bisa aktif bermain dan terlibat secara langsung, apalagi didukung dengan fasilitas lapangan SDN Mekarjaya 31 yang memadai untuk kegiatan ini. Untuk menjadi juara, diperlukan kerjasama tim yang solid karena banyak pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk peran pelatih dan pendamping. Ini adalah persembahan kolaboratif dari orang tua siswa dan guru guna melatih kemampuan serta mental tanding anak-anak kami,” jelas Sutirah.
Sutirah juga memaparkan fakta mengenai pentingnya sinergi antara lingkungan rumah dan sekolah dalam pembentukan mentalitas juara pada anak. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam mendukung kegiatan sekolah seperti ini secara psikologis akan meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri siswa di kelas.
“Pendidikan karakter tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas melalui buku pelajaran, melainkan juga melalui interaksi sosial dan kerjasama kelompok yang terjadi di lapangan olahraga, di mana nilai kejujuran dan sportivitas dijunjung tinggi sebagai landasan utama dalam setiap pertandingan,” katanya. (*)
