Jabaran.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa hangat di lingkungan SDN Ratujaya 1. Tidak hanya berfokus pada perlombaan untuk siswa, sekolah ini justru menggelar acara yang unik dan sarat makna: sebuah ajang perlombaan yang menjadikan guru dan orang tua siswa sebagai peserta utama.
Kegiatan yang diadakan di halaman sekolah tersebut diisi dengan berbagai macam perlombaan, dengan dua yang utama adalah lomba terompah panjang dan estafet karet. Suara sorak-sorai dan tawa riang menggema menciptakan suasana penuh keakraban, mengubah lingkungan sekolah menjadi arena untuk mempererat tali silaturahmi.

Kepala SDN Ratujaya 1, Yoce Magdalena, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan tujuan yang strategis, jauh sekadar hiburan semata.
“Ini adalah kegiatan untuk menjalin silaturahmi dengan orang tua siswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pondasi dari kemajuan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan pada pihak sekolah saja, melainkan memerlukan kontribusi aktif dari seluruh elemen, terutama keluarga.
“Karena butuh kekompakan dan kerjasama untuk bisa memajukan kualitas pendidikan di sekolah,” tambah Yoce.

Pernyataan ini menekankan pada filosofi bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama yang harus diemban secara kolaboratif antara guru di sekolah dan orang tua di rumah.
Yoce Magdalena juga menyoroti nilai nasionalisme yang melekat pada kegiatan tersebut. Menurutnya, memaknai kemerdekaan tidak hanya dengan upacara seremonial, tetapi juga dengan tindakan nyata yang merekatkan hubungan sosial.
“Apalagi ini adalah momen perayaan hari kemerdekaan, jadi sebagai warga Indonesia harus bisa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bisa meningkatkan kerjasama dan keakraban untuk semuanya,” pungkasnya.

Dengan ini, SDN Ratujaya 1 tidak hanya成功 mengadakan sebuah acara seru, tetapi juga telah menanamkan nilai-nilai kolaborasi, kekompakan, dan semangat kemerdekaan dalam bentuk yang aplikatif dan menyenangkan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dalam membangun sinergi yang harmonis antara sekolah dan orang tua. (*)
