Jabaran.id – Wali Kota Depok Supian Suri mengaku masih ada pro kontra terkait alih fungsi lahan ex. SDN Pondok Cina 1 untuk Rumah Kreasi Anak Istimewa (RKAI) yang sebelumnya untuk pembangunan masjid di era kepemimpinan Mohammad Idris.
Supian mengungkapkan banyak yang mempertanyakan dan ia dianggap menggagalkan rencana pembangunan masjid di ex. SDN Pondok Cina 1.
Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan RKAI di ex. SDN Pondok Cina 1 baru dianggarkan tahun ini.
“Tetapi belum diselesaikan permasalahannya. Artinya di lapangan masih pro kontra terhadap rencana ini belum selesai,” ungkap Supian baru-baru ini.
Supian mengaku enggan berpolemik terhadap masalah tersebut dan tetap akan mengakomodir di lahan ex. SDN Pondok Cina ada bidang yang akan dibangun musala.
“Untuk yang memang dari arah Jakarta untuk mampir sholat kami tetap menyiapkan. Terkait dengan masjid, sudah banyak masjid di sekitaran Margonda untuk digunakan salat Jumat kalau memang digunakan untuk salat Jumat,” tutur Supian.
Pemerintah, kata Supian, di Depok belum memiliki wadah untuk anak-anak istimewa dapat berkreasi. Sehingga, ia memohon izin ke warga untuk menggunakan ex. SDN Pondok Cina 1 sebagai tempat untuk RKAI.
“Ini tempat sekali lagi buat anak-anak kita belajar, anak-anak kita menunjukkan kebolehannya dan Insyaallah dengan ikhtiar kita dengan dukungan para instruktur yang sudah kita hadirkan, maka anak-anak kita benar-benar sesuai apa yang menjadi harapan kita semua,” kata Supian.
Ia berjanji pada anggaran perubahan di 2025 akan membuat desain engineering design (DED) dan pembangunannya direalisasikan tahun depan.
“Tahun 2026 insyaallah sudah mulai kita bangun. Mohon doanya, mudah-mudahan awal 2027 Rumah Kreatif Anak Istimewa yang menggunakan atau memanfaatkan eks SDN Pondok Cina 1 ini benar-benar sudah bisa dimanfaatkan,” terang Supian.
Supian menegaskan mengeyam pendidikan RKAI ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
“Kita cerita sekolah ini gratis buat anak-anak kita semuanya,” tegas Wali Kota Depok.
