Jabaran.id — Ketimpangan upah minimum di Indonesia masih terlihat jelas pada 2026. Di saat kota-kota industri besar menetapkan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) mendekati Rp6 juta per bulan, sejumlah daerah justru masih bergelut dengan upah minimum terendah yang berada di kisaran Rp2 jutaan.
Rendahnya UMK di daerah-daerah ini umumnya dipengaruhi oleh struktur ekonomi lokal yang masih bertumpu pada sektor pertanian, jasa tradisional, serta rendahnya tingkat industrialisasi. Biaya hidup yang relatif lebih murah juga menjadi salah satu faktor penentu penetapan upah minimum
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, berikut 10 kota dan kabupaten dengan UMK terendah di Indonesia pada 2026:
1. Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
Kabupaten Banjarnegara menjadi daerah dengan UMK terendah di Indonesia pada 2026, yakni sebesar Rp2.327.813 per bulan. Kondisi ini mencerminkan tantangan ekonomi yang masih dihadapi wilayah pedalaman Jawa Tengah tersebut.
2. Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah
Di posisi kedua, Kabupaten Wonogiri menetapkan UMK sekitar Rp2.335.126. Angka ini hanya sedikit lebih tinggi dari Banjarnegara, namun tetap berada di kelompok terbawah secara nasional.
3. Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
Kabupaten Sragen menempati urutan ketiga dengan UMK Rp2.337.700, menunjukkan bahwa upah minimum di wilayah ini masih relatif rendah dibandingkan daerah lain.
4. Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
Kabupaten Pangandaran mencatat UMK sekitar Rp2.351.250. Wilayah pesisir selatan Jawa Barat ini menjadi daerah dengan UMK terendah di provinsi tersebut.
5. Kabupaten Blora, Jawa Tengah
Kabupaten Blora juga masuk dalam daftar dengan UMK rendah, yakni di kisaran Rp2.345.695 per bulan.
6. Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
Di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu termasuk wilayah dengan UMK rendah, berada di kisaran Rp2,7 jutaan pada 2026.
7. Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
UMK Kabupaten Cirebon juga relatif rendah dan masih berada di bawah Rp3 juta per bulan.
8. Kabupaten Majalengka, Jawa Barat
Kabupaten Majalengka mencatat upah minimum yang tergolong minim, dengan UMK di kisaran Rp2 jutaan.
9. Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Meski dikenal memiliki potensi sumber daya alam, Kabupaten Kubu Raya menetapkan UMK sekitar Rp2,8 jutaan, masuk dalam jajaran terendah secara nasional.
10. Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat
Kabupaten Sekadau melengkapi daftar ini dengan UMK di bawah Rp3 juta, menunjukkan bahwa sebagian wilayah Kalimantan Barat masih menghadapi tantangan kesejahteraan pekerja.
Perbedaan UMK yang cukup lebar antarwilayah ini kembali menegaskan tantangan pemerataan ekonomi nasional. Pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong investasi dan pertumbuhan sektor produktif agar kesejahteraan pekerja dapat meningkat secara berkelanjutan di masa mendatang.
