Jabaran.id – SMPN 34 Depok menggelar kegiatan workshop kader Adiwiyata yang diikuti oleh 130 peserta yang siap mengikuti kegiatan kader Adiwiyata. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan yang berisi tentang penguatan pentingnya menjaga lingkungan sekolah, rumah, dan sekitarnya. Kepala SMPN 34 Depok, Siti Rohaya, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk terus menanamkan kesadaran lingkungan kepada para siswa.

“Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berisi tentang penguatan pentingnya menjaga lingkungan sekolah, rumah, dan sekitarnya,” ujar Siti Rohaya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Dalam workshop tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi yang sangat bermanfaat dan aplikatif. Materi yang diberikan meliputi edukasi menanam dengan menggunakan hidroponik serta edukasi tentang pengelolaan sampah organik dengan menggunakan biodigester. Kedua materi ini dipilih karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan di tingkat sekolah maupun rumah tangga.
Siti Rohaya menuturkan bahwa kegiatan ini juga melibatkan Yayasan Sahabat Ciliwung, dengan Dayat sebagai pemateri edukasi pengelolaan sampah organik dengan biodigester. Kehadiran praktisi lingkungan dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta.
“Kegiatan melibatkan Yayasan Sahabat Ciliwung, Bang Dayat sebagai pemateri edukasi pengelolaan sampah organik dengan biodigester,” jelas Siti Rohaya.
Lebih lanjut, Siti Rohaya mengungkapkan bahwa kegiatan kader Adiwiyata ini bukanlah kegiatan yang bersifat sementara, melainkan telah menjadi agenda rutin di SMPN 34 Depok. Beberapa kegiatan rutin yang dilakukan meliputi pengelolaan sampah dan pengembangan urban farming. Program-program ini dirancang agar para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik nyata di lapangan.
“Kegiatan rutin seperti pengelolaan sampah, pengembangan urban farming,” imbuh Siti Rohaya.
Siti Rohaya menekankan bahwa keberadaan kader Adiwiyata ini memiliki peran yang sangat strategis. Para kader diharapkan dapat menjadi penggerak untuk menjaga lingkungan di sekolah dan masyarakat, dengan mengawali dari rumahnya masing-masing. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Kader ini diharapkan sebagai penggerak untuk menjaga lingkungan di sekolah dan masyarakat dengan mengawali dari rumahnya masing-masing,” tegas Siti Rohaya.
Dengan adanya kegiatan workshop ini, diharapkan para kader Adiwiyata SMPN 34 Depok dapat menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya. Melalui pemahaman tentang hidroponik dan biodigester, para siswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen SMPN 34 Depok dalam mendukung program Adiwiyata di tingkat nasional,” pungkasnya. (*)


