HomePendidikanKolaborasi Rumah dan Sekolah, Dinas Pendidikan Depok Perkuat Pendampingan ABK di 14...

Kolaborasi Rumah dan Sekolah, Dinas Pendidikan Depok Perkuat Pendampingan ABK di 14 SMP Model Inklusi

Jabaran.id – Dinas Pendidikan Kota Depok mengadakan kegiatan workshop orang tua siswa model sekolah inklusi penyelenggara pendidikan inklusif yang digelar di beberapa SMPN di Kota Depok. Ini adalah bentuk komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang ramah bagi semua anak, termasuk mereka anak berkebutuhan khusus (ABK) agar tidak ada anak yang tertinggal dalam proses tumbuh kembangnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi yang erat antara rumah dan sekolah. Pengawas Pembina SMP Bidang Inklusi, Ade Irma, menjelaskan bahwa tujuan utama dari workshop ini adalah agar tercipta sinergi yang harmonis demi tumbuh kembang optimal ABK.

Sosialisasi Inklusi dinas pendidikan kota depok 1
Dinas Pendidikan Kota Depok mengadakan kegiatan workshop orang tua siswa model sekolah inklusi di SMPN 10 Depok.

“Kegiatan ini semua agar ada kolaborasi rumah dan sekolah demi tumbuh kembang optimal. Untuk memberikan pemahaman kepada orang tua siswa dalam membersamai ABK seperti apa penanganannya,” ujar Ade Irma saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Dalam workshop tersebut, sebanyak 11 sekolah model inklusi terlibat aktif. Kegiatan ini tidak hanya menyasar para guru dan seluruh tenaga kependidikan, tetapi juga melibatkan orang tua siswa yang memiliki anak termasuk dalam kategori inklusi. Ade Irma memaparkan bahwa siswa yang diduga termasuk anak berkebutuhan khusus menjalani asesmen diagnostik oleh psikolog. Asesmen ini menjadi langkah awal yang krusial untuk menentukan pendampingan yang tepat.

- Advertisement -

“Ada asesmen dari pihak sekolah, yang akan diterima orang tua. Hasil asesmen tersebut, bisa menjadi jalan bagaimana menangani anak tersebut agar sesuai dengan arah kelebihan dan kemampuannya,” jelas Ade Irma.

Lebih lanjut, Ade Irma mengungkapkan bahwa program pendampingan untuk sekolah-sekolah model inklusi ini telah berjalan sejak tahun 2023. Pada tahap awal, terdapat tiga sekolah yang menjadi percontohan, yakni SMPN 18, SMPN 19, dan SMPN 8. Kemudian, program ini terus berkembang dengan menambahkan beberapa sekolah lain, yaitu SMPN 5, SMPN 6, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, dan SMPN 22. Selain itu, terdapat pula SMP Pengimbasan yang terdiri dari SMPN 2, SMPN 28, dan SMPN 14.

“11 sekolah ini dari 2023 sudah ada pendampingannya, SMPN 18, 19, dan 8. Lalu tambah menjadi SMPN 5, 6, 8, 9, 10, 12, 13, dan 22. Lalu ada juga SMP Pengimbasan ada SMPN 2, 28, dan 14,” tuturnya.

Ade Irma menekankan bahwa sosialisasi tentang dunia inklusi ini sangat penting untuk membuka wawasan orang tua. Ia berpesan agar orang tua tidak sibuk membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Menurutnya, setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan semua itu tergantung pada cara pandang orang tua dalam melihat potensi anak.

“Orang tua jangan sibuk untuk membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing, dan tentu saja kekurangannya masing-masing juga. Semua tergantung pada cara melihatnya,” pesan Ade Irma dengan tegas.

Dalam menangani anak yang inklusi, Ade Irma menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan tentunya berbeda-beda tiap anaknya. Kerjasama menjadi kunci utama antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Ada beberapa hal mendasar yang harus dipahami bersama, di antaranya adalah bahwa diagnosis bukanlah label seumur hidup, melainkan sebuah peta jalan yang membantu menentukan arah pendampingan.

Lalu setiap anak unik dan tidak bisa dibandingkan. Kemajuan tidak selalu linier, tetapi ada juga naik turun.

“Dengan adanya kegiatan workshop ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Kolaborasi yang solid antara rumah dan sekolah diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” imbuh Ade Irma. (*)

Jadwal workshop Sekolah Inklusi dari Dinas Pendidikan Kota Depok
5 Oktober 2026 : SMPN 2 dan 19 Depok
6 Oktober 2026 : SMPN 5 dan 12 Depok
7 Oktober 2026 : SMPN 8 dan 28 Depok
8 Oktober 2026 : SMPN 14 dan 18 Depok
9 Oktober 2026 : SMPN 9 dan 10 Depok
12 Oktober 2026 : SMPN 17 dan 13 Depok

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here