Jabaran.id – SDN Beji 6 menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah sebagai momen refleksi spiritual, tetapi juga menjadi ajang berbagi kepedulian sosial melalui santunan bagi anak yatim dan duafa. Acara ini terselenggara berkat kerja sama yang erat antara pihak sekolah dan komite sekolah, sebagai cerminan kolaborasi yang harmonis antara sekolah dan para orang tua siswa.
Kepala SDN Beji 6, Hoji mengatakan, peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema ‘Membangun Generasi Berprestasi dengan Meneladani Akhlak Nabi’. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bahwa prestasi akademik yang gemilang hendaknya diimbangi dengan akhlak mulia yang menjadi teladan Rasulullah SAW. Melalui tema ini, sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak karimah.

“Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengawas Kementerian Agama Kota Depok, Miftahul Ullum, Pengawas SD Kecamatan Beji, Nemi Heryanto, Ketua K3SD Kecamatan Beji, Setya serta tamu undangan lainnya,” ucapnya.
Yang menarik dari peringatan Maulid kali ini adalah kehadiran Kak Gerry, seorang pendongeng yang dipercaya tampil sebagai penceramah. Dengan gaya penyampaian yang menarik, interaktif, dan penuh humor, Kak Gerry berhasil membawakan pesan-pesan keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak. Suasana acara pun menjadi lebih hidup dan menyenangkan, sehingga para siswa dapat menyimak materi dengan antusias tanpa merasa bosan.
Tidak hanya siswa yang beragama Islam, SDN Beji 6 juga memperhatikan siswa dari agama lain. Bagi siswa yang beragama non-Islam, sekolah menyediakan kegiatan agama tersendiri di dalam kelas.
“Hal ini merupakan bentuk nyata dari penerapan nilai-nilai toleransi dan inklusivitas di lingkungan sekolah, sehingga seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan keyakinan masing-masing tanpa merasa dikesampingkan,” jelas Hoji.

Ketua Panitia, Yemima Suarsina, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap kerja sama yang terjalin antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Menurutnya, keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara berbagai pihak, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
“Ini adalah bentuk kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua siswa. Orang tua siswa berkolaborasi dalam pembuatan acara dan pengurusan kepanitiaan. Bahkan, dengan kolaborasi yang baik, ada 24 anak yatim dan duafa yang mendapatkan santunan,” ujar Yemima.
Yemima, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi positif antara sekolah dan komite sekolah. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam setiap kegiatan sekolah menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi dan dukungan dari para orang tua siswa. Kegiatan ini bukan hanya milik sekolah, tetapi juga milik seluruh keluarga besar SDN Beji 6. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh siswa serta masyarakat sekitar,” ujar Hoji. (*)

