Jabaran.id, Jakarta – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Politeknik Negeri Jakarta ( PNJ ) menggelar program penerapan teknologi “portable” cerdas untuk sektor perikanan sistem bioflok berbasis Internet of Things (IoT) bagi petani ikan di Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Mina Makmur Sentosa berlokasi di Balai Benih Ikan (BBI) Ciganjur, pada tanggal 29 September 2026.
Kegiatan yang didanai oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PNJ ini mengusung tema “Penerapan Smart Biofloc Berbasis IoT untuk Peningkatan Produktivitas Petani Ikan Kecil”.

Fokus utama dari kegiatan PKM ini adalah menerapkan budidaya ikan dengan sistem bioflok memanfaatkan teknologi cerdas guna memperkirakan dan meminimalkan risiko gagal panen.
Ketua Tim PKM, Sonki Prasetya menjelaskan, bahwa kampus yang selama ini menjadi tempat belajar dan mengembangkan teknologi dapat bekerjasama dengan praktisi dengan kasus nyata dilapangan. Alat “portable” berbasis IoT yang dikembangkan bersama oleh akademisi (dosen dan mahasiswa) PNJ, mitra 360 energy dan Pokdakan di Ciganjur ini menjawab masalah seperti keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan waktu dengan metode manual untuk mengendalikan kualitas air kolam.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan penanganan saat parameter air memburuk.
Tim peneliti dosen dan mahasiswa PNJ yang tergabung pada Pusat Unggulan Teknologi Center for Conversion Conservation and Applied Renewable Energies (CARE) mengembangkan alat dengan sentuhan teknologi IoT mengintegrasikan sensor untuk mendeteksi suhu, keasaman (pH) air, Total Padatan terlarut, dan oksigen terlarut dalam menentukan kondisi kolam budidaya ikan.
“Seluruh data kolam kini bisa dipantau secara real-time langsung melalui smartphone melalui situs web yang mengitegrasikan informasi dari kolam peternakan ikan yang dipantau dan selanjutnya dijadikan data latih untuk dikembangkan pada platform kecerdasan buatan dalam membantu proses budidaya, dari 360 energy mendukung pemaparan teknologi yang disampaikan,” ucap Irwan Sukma.
Kegiatan pengabdian tidak hanya berhenti pada pemasangan alat, melainkan juga menjadi wadah saling belajar antar pemangku kepentingan. Pihak Pokdakan turut membantu memberikan edukasi dan informasi pada pihak kampus terkait proses budidaya perikanan dengan sistem bioflok untuk pengembangan dan menyempurnakan alat yang dibuat.
Sementara pihak kampus melalui dosen dan mahasiswa mendukung untuk memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi tersebut. Pokdakan diajarkan cara membaca data aplikasi, merawat sensor, hingga melakukan tindakan mitigasi darurat jika sistem mengirimkan notifikasi peringatan.
Kepala Seksi Sudin KPKP Jakarta Selatan, Arief menyambut antusias inovasi budidaya ikan bioflok dengan IoT pintar ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut dapat menjadi solusi para petani ikan dalam mengelola kolamnya.Sekaligus hal ini mendukung program pengembangan budidaya perikanan terpadu dengan ‘Zero Waste’.
“Dulu kami harus bolak-balik ke kolam dan menebak-nebak kondisi air. Sekarang, cukup lihat HP dan berada dimanapun kami dapat mengetahui kondisi air pada kolam-kolam yang dipasang alat tersebut,” ungkap Koordinator Pokdakan Mina Makmur Sentosa, Boy.
Melalui program pemberdayaan ini, Kampus PNJ diharapkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat pembudidaya ikan di lokasi percontohan Pokdakan Ciganjur dapat meningkat secara signifikan yang nantinya dapat diterapkan pada lokasi lainnya. (*)


