Jabaran.id — Badan Koordinasi Pendidikan Al-Quran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kota Depok kembali menggelar Pendidikan Manasik Haji Sahabat Keluarga. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gajah Mada, Wiladatika Cibubur ini tercatat sebagai penyelenggaraan yang ke-11 kalinya bagi BKPAKSI Kota Depok. Antusiasme peserta tahun ini terbilang luar biasa, dengan total 920 santri yang berasal dari 52 lembaga pendidikan di Kota Depok turut serta dalam kegiatan tersebut.

 

Direktur Pendidikan BKPAKSI Kota Depok, Addy Kurnia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya lembaganya untuk memberikan pendidikan keagamaan bagi para santri. Menurutnya, salah satu materi penting yang diberikan adalah pendidikan ibadah haji yang dikenalkan sejak dini kepada anak-anak.

Santri di BKPAKSI Kota Depok 3

“Kegiatan ini adalah bagian upaya dari BKPAKSI Kota Depok untuk memberikan pendidikan keagamaan bagi santri. Salah satunya adalah kegiatan ibadah haji, dan ini adalah pengenalan sejak dini,” ujar Addy Kurnia saat ditemui di lokasi kegiatan.

Addy Kurnia menambahkan bahwa haji merupakan rukun Islam kelima, sehingga sangat baik untuk dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, pengenalan tersebut tidak sekadar bersifat teoretis, melainkan juga praktik langsung agar para santri memahami tahapan-tahapan ibadah haji secara utuh.

“Dimana haji termasuk dalam rukun Islam kelima, sehingga sangat baik untuk dikenalkan kepada anak-anak sejak dini,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Bina Haji dan Umrah di Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Reta Prima Dewi, menilai kegiatan manasik haji ini sebagai bagian dari pendidikan karakter keislaman. Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut, para santri dikenalkan pada beberapa tahapan ibadah haji beserta perlengkapan yang dibutuhkan dalam menjalankan ibadah haji.

Santri di BKPAKSI Kota Depok 2

“Ini adalah bagian pendidikan karakter keislaman, dimana dikenalkan beberapa tahapan ibadah haji dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam menjalankan ibadah haji,” kata Reta Prima Dewi.

Reta Prima Dewi berharap, melalui kegiatan manasik haji ini, para santri dapat tumbuh keinginan untuk suatu hari nanti menjalankan ibadah haji bersama dengan orang tua mereka. Harapan tersebut disampaikannya sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai keislaman sejak dini.

“Semoga kegiatan bisa memunculkan keinginan untuk menjalankan ibadah haji bersama dengan orang tua,” harapnya.

Sementara itu, Kabid PAUD Kota Depok, Destiana Rachmawati, menyoroti nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kegiatan manasik haji. Menurutnya, melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan rukun Islam, tetapi juga diajak untuk mencoba mempraktikkannya secara langsung.

“Ini pendidikan sejak dini dikenalkan dengan rukun Islam dan mencoba mempraktikkan. Belajar disiplin, mandiri dan bersabar. Bahkan bekerja sama. Karena banyak hal yang dilakukan dalam kegiatan manasik haji,” tutur Destiana Rachmawati.

Destiana Rachmawati menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan manasik haji, para santri dilatih untuk disiplin mengikuti rangkaian kegiatan, mandiri dalam menjalankan setiap tahapan, serta bersabar menghadapi berbagai situasi yang muncul.

“Selain itu, semangat kerja sama juga terbangun karena banyak hal yang harus dilakukan secara bersama-sama dalam kegiatan tersebut,” ucapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here