Jabaran.id – Universitas Indonesia (UI) resmi mengokohkan komitmennya dalam bidang kesehatan dan gizi global dengan meresmikan Center for Global Resilience in Health and Nutrition (C GRHEN) di bawah naungan Unit Kerja Khusus Science Techno Park (STP) Kampus UI, Depok pada Kamis, 17 September 2026.
Peresmian pusat interdisipliner ini ditandai dengan peluncuran proyek unggulan PHOTON (Prevention of Household Tuberculosis with Optimal Nutrition) yang berfokus pada pencegahan tuberkulosis (TBC) berbasis intervensi gizi vitamin B3.
Proyek berskala internasional yang melibatkan lebih dari 42.000 kontak rumah tangga pasien TBC di Indonesia dan Tanzania ini berhasil mengamankan pendanaan riset sebesar 20 juta dolar AS untuk lima tahun ke depan dari Gates Foundation, Wellcome Trust, dan Novo Nordisk.
Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., mengapresiasi langkah strategis ini sebagai dorongan besar bagi ekosistem akademik UI.
“Berdirinya C-GRHEN memberi kepercayaan diri bagi akademisi UI untuk terus berkolaborasi lintas lembaga, baik nasional maupun internasional, membangun centre of excellence yang terpadu, unggul, dan berdampak. Harapannya, kiprah C GRHEN bisa terjaga keberlanjutannya dan menjadi benchmark bagi pembangunan pusat riset lainnya di UI,” kata Prof. Hamdi Muluk.
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT UI), Chairul Hudaya, Ph.D., turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu yang dihadirkan oleh C GRHEN demi merespons kebutuhan nyata di masyarakat.
“UI memiliki kekuatan dalam keberagaman disiplin ilmu dan jejaring kemitraan. Melalui C GRHEN, kekuatan tersebut dapat diejawantahkan untuk menghasilkan riset yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memperkuat ketahanan sistem kesehatan dan gizi, serta berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Chairul Hudaya.
Chairul menambahkan, raihan pendanaan fantastis senilai 20 juta dolar AS untuk proyek PHOTON menjadi bukti kepercayaan global terhadap kapasitas riset UI.
“Kami bangga bahwa proyek PHOTON mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kesehatan, hingga pencapaian besar berupa perolehan dana penelitian sebesar 20 juta dolar AS untuk lima tahun ke depan dari Gates Foundation, Wellcome Trust, dan Novo Nordisk. Dengan dukungan ini, kami ingin memastikan hasil riset dapat diakselerasi menjadi inovasi yang siap diterapkan di masyarakat,” lanjutnya.
Apresiasi senada datang dari mitra internasional, Dr. Anuraj Shankar dari Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU Indonesia), yang menekankan krusialnya keberadaan C GRHEN di tengah ancaman krisis kesehatan global.
“Kehadiran C GRHEN merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan global di bidang kesehatan dan gizi,” tegas Dr. Anuraj Shankar.
Sementara itu, Direktur C GRHEN, Prof. Dr. dr. Rina Agustina, M.Gizi., menekankan bahwa seluruh orientasi riset di C GRHEN berfokus langsung pada pembentukan kebijakan publik dan manfaat kemasyarakatan.
“Rancangan penelitian memang harus sejak awal diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yang implementatif, dengan melibatkan pembuat kebijakan maupun masyarakat sejak tahap perencanaan. Dengan demikian, riset ini menjadi national research, bukan sekadar riset C GRHEN semata. Publikasi berskala besar turut menjadi kunci agar hasil riset dapat diterjemahkan menjadi policy brief dan rekomendasi kebijakan yang berdampak langsung,” terang Prof. Rina Agustina.
Prof. Rina menegaskan visi utama yang diusung oleh lembaga riset baru tersebut. “C GRHEN, from researcher to the people. From national to global,” pungkas Prof. Rina.

