Jabaran.id – Semangat pelestarian budaya Sunda kembali bergema di Kota Depok melalui gelaran Pasanggiri Rampak Sekar dan Layeutan Sora yang digelar oleh Ikatan Budaya Sunda (IBS), berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok.
Lomba paduan suara yang menjaring peserta dari jenjang SD, SMP, dan SMA se-Jabodetabek ini berhasil mencatatkan nama-nama sekolah berprestasi, dengan puncaknya SDK Mardiyuana, SMPN 19 Depok, dan SMAN 1 Cibinong yang keluar sebagai juara pertama di masing-masing jenjang.
Ketua Panitia, Anita Rohani, menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan sebuah proses seleksi yang ketat dan berlangsung meriah. Dari total 64 grup paduan suara yang mendaftar dan mengirimkan video di babak penyisihan, tersaring 24 grup terbaik yang berhak tampil di babak final.

“Proses seleksi sejak pendaftaran tanggal 20 Agustus 2025. Dipilih 10 tim jenjang SD, 8 jenjang SMP dan 6 jenjang SMA,” ujar Anita.
Babak final sendiri berlangsung dengan atmosfer yang menegangkan sekaligus memukau. Setiap peserta ditantang untuk membawakan dua lagu secara langsung di hadapan dewan juri dan penonton. Kompetisi ini mengusung dua bentuk seni vokal tradisional Sunda, yaitu Rampak Sekar (nyanyian bersama) dan Layeutan Sora (seni vokal dengan teknik tertentu).
“Lagu wajibnya adalah ‘Depok Tandang’ yang artinya Depok Maju,” tambah Anita.

Selain lagu wajib yang sarat akan semangat lokal, peserta juga membawakan lagu pilihan sesuai jenjangnya, seperti ‘Tanah Sunda’ atau ‘Manuk Dadali’ untuk SD, ‘Karatagan Pahlawan’ atau ‘Karatagan Pemuda’ untuk SMP, serta ‘Sabilulungan’ atau ’17 Agustus’ untuk SMA.
Aspek penilaian dalam kompetisi budaya ini sangat komprehensif, tidak hanya menitikberatkan pada keindahan suara semata.
“Kriteria penilaiannya meliputi ketepatan nada, kreativitas, harmoni, dinamika atau ekspresi, dan penampilan. Kriteria ini menekankan pada harmoni antara teknik vokal yang solid dengan ekspresi artistik yang mampu menghidupkan jiwa dari setiap lagu yang dibawakan,” ucap Anita.

Sebagai bentuk apresiasi atas jerih payah dan bakat luar biasa para peserta, setiap pemenang berhak membawa pulang Piala Walikota Depok, sebuah penghargaan bergengsi yang menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan.
Gelaran Pasanggiri Rampak Sekar dan Layeutan Sora ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi lebih dari itu, merupakan sebuah gerakan budaya untuk menanamkan kecintaan dan melestarikan kekayaan seni Sunda kepada generasi muda di wilayah Jabodetabek, sekaligus mencetak bibit-bibit seni vokal tradisional yang unggul dan berkarakter. (*)
Daftar juara dalam Lomba Lagu Pasanggiri Rampak Sekar dan Layeutan Sora :
Jenjang Pendidikan SD
Juara 1 : SDK Mardiyuana
Juara 2 : SDN Mekarjaya 31
Juara 3 : SDN Papandayan
Jenjang Pendidikan SMP
Juara 1 : SMPN 19 Depok
Juara 2 : SMPN 18 Depok
Juara 3 : SMPN 1 Depok
Jenjang Pendidikan SMA
Juara 1 : SMAN 1 Cibinong
Juara 2 : SMA Highfield
Juara 3 : SMAN 3 Depok
